ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, Banyak Mesin Pendeteksi ISPU Tidak Berfungsi

Selasa, 17 Oktober 2023 | 18:49 WIB
ER
IC
Penulis: Effendi Rusli | Editor: CAH
Mesin Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Jalan Sudirman Kota Pekanbaru, Riau yang sudah tidak berfungsi.
Mesin Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Jalan Sudirman Kota Pekanbaru, Riau yang sudah tidak berfungsi. (Beritasatu.com/Effendi Rusli)

Pekanbaru, Beritasatu.com - Kualitas udara di Kota Pekanbaru saat ini cenderung tidak sehat. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Selasa (17/10/2023), kualitas udara di Kota Pekanbaru berada pada grafik yang menyentuh garis kuning dengan angka 114,10 mikrogram per meter kubik

"Untuk Pekanbaru, memang tidak sehat tetapi artinya bukan berbahaya. Itu yang paling penting," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau, Ma'mun Murod.

Dijelaskannya, kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru merupakan kiriman dari provinsi tetangga. Namun, dengan turunnya hujan, indeks standar pencemaran udara (ISPU) akan segera membaik.

ADVERTISEMENT

Persoalan teknisnya, sejumlah mesin pendeteksi ISPU di Kota Pekanbaru tidak lagi berfungsi. Murod menyebut bahwa mesin tersebut merupakan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Kita sudah melaporkan ke KLHK agar dibangun di beberapa titik yang representatif. Soalnya, suatu ISPU itu belum bisa dipakai untuk menetralisir (udara, red) di Pekanbaru, karena kemampuannya terbatas. Jadi jangan khawatir kalau ISPU menunjukkan tidak sehat, Pekanbaru juga tidak sehat, tidak seperti itu. Jangkauannya sangat terbatas ISPU itu," terang Murod.

Kata dia, untuk itu perlu adanya mitigasi agar mesin ISPU tersebut tidak terpengaruh oleh debu-debu dari jalanan.

Sebelumnya, menanggapi soal kualitas udara, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Ramlan menjelaskan kondisi ini masih dibawah ambang batas.

"Memang biasanya agak sedikit berkabut, hal ini disebabkan kelembapan yang masih tinggi karena cahaya matahari belum maksimal menyinari permukaan. Seiring menjelang siang, sinar matahari maksimal menyinari permukaan sehingga cuaca kabur/kabut akan terangkat ke udara sehingga jarang pandang mulai jernih," kata Ramlan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon