HUT Ke-52 Korpri, Pj Gubernur Jateng Ajak ASN Berantas Kekerasan terhadap Perempuan
Minggu, 26 November 2023 | 19:24 WIB
Semarang, Beritasatu.com - Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana mengajak seluruh ASN Pemprov Jateng memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ajakan itu ia sampaikan, bersamaan dengan jalan sehat memeringati HUT ke 52 Korpri, Minggu (26/11/2023). Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh ASN ikut melindungi perempuan.
Sebagai regulator, ia mengajak jajarannya mengimplementasikan perlindungan perempuan lewat peraturan pemerintah daerah.
"Mari kita dorong semua peraturan yang melindungi perempuan dari kekerasan dan kita implementasikan. Kita tahu bahwa masih banyak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kita kembali gelorakan bahwa kekerasan terhadap perempuan tak zamannya lagi," tegasnya.
Nana juga mengajak seluruh pihak agar aware terhadap kasus tersebut. Jika masih ada, segera laporkan dan meminta OPD terkait segera mengambil tindakan.
"Ketika masih ada, ada sanksi hukum yang akan kita terapkan ketika masih terjadi," ujarnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah Jateng Retno Sudewi mengatakan, kampanye ini merupakan bagian dari gerakan hari anti kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan tema "Setiap Hari Bersama Ayah". Ia menyebut, ada beberapa langkah yang dilakukan Pemprov Jateng untuk mengerem kekerasan laki-laki terhadap perempuan dan anak. Satu di antaranya adalah "Gerakan Pria Peduli Perempuan dan Anak" atau Garpu Perak.
"Kita ajak semua pria dalam perlindungan perempuan dan anak untuk mengurangi kekerasan," ujarnya.
Dewi mengatakan, kekerasan terhadap perempuan di 2022 mencapai sekitar 900 kasus. Sementara kekerasan pada anak mencapai 1200 kasus di tahun yang sama.
Pengurus Daerah Garpu Perak Jateng Muhammad Yusuf mengatakan, ada beberapa langkah nyata untuk mengurangi angka kekerasan pada perempuan dan anak. Satu di antaranya, mengajak laki-laki memahami konstruksi sosial tentang perempuan. Ia menyatakan, salah satu sebab kekerasan pada perempuan adalah, masih mengguritanya anggapan bahwa perempuan adalah kanca wingking. Lain daripada itu, perempuan dianggap sebagai warga "kelas dua" yang tidak memiliki suara dan konstruksi patriarki.
"Selain itu, kami juga menyuarakan laki-laki agar terlibat dalam pengasuhan anak dan pekerjaan domestik (rumah tangga)," paparnya.
Garpu Perak bersama pihak terkait juga membuat laboratorium sosial di Tanjung Emas Semarang. Ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari sejumlah diskusi yang telah dilakukan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




