Forum Kerukunan Umat Beragama Laksanakan Doa Bersama di Manado
Rabu, 29 November 2023 | 04:10 WIB
Manado, Beritasatu.com - Berbagai elemen masyarakat Sulawesi Utara bersama Forkopimda Sulut melaksanakan kegiatan doa bersama dengan tema "Mari Ciptakan Kerukunan dan Situasi Kondusif di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara, Torang Samua Basudara" di Taman Berkat-Godbless Park Kota Manado, Selasa (28/11/2023) sore.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Jan de Fretes, perwakilan Forkopimda Sulut, para PJU Polda Sulut, Kakanwil Kemenag Sulut H Sarbin Sehe, Sekretaris Daerah Sulut Steve H A Kepel, ketua FKUB Sulut, ketua MUI Sulut, jajaran Pemerintah Kota Manado dan Kota Bitung. Para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta mahasiswa, pelajar dan elemen masyarakat yang hadir mencapai sekitar 300 orang.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) pendeta Lucky Rumopa mengatakan doa bersama ini guna mempererat masyarakat dan elemen agama untuk menciptakan kedamaian. “Karena semua agama mengajarkan damai bukan kekerasan,” ujar Rumopa.
Menyikapi persoalan antara Israel dan Palestina, FKUB Sulut mengecam pertikaian yang terjadi terlebih lagi memakan korban anak-anak dan perempuan.
“Itu juga yang terjadi di Bitung yang memakan korban sehingga kami berharap jangan terprovokasi lagi,” jelasnya.
Menurutnya, apa yang terjadi di Bitung membutuhkan edukasi ke seluruh lapisan masyarakat yang melibatkan Forkopimda setempat.
“Doa bersama ini memanggil kesadaran bersama agar Sulut semakin aman dan damai,” jelasnya.
Upaya FKUB Sulut ke depannya meminta kepada pemerintah untuk mengevaluasi kembali agar mereka lebih meningkatkan dialog antar umat beragama.
“Karena saya tahu FKUB Bitung memiliki potensi yang luar biasa dan mudah-mudahan peristiwa ini menjadi cermin untuk introspeksi diri untuk lebih meningkat dialog,” terangnya Rumopa.
Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Manado Muhammad Donald Dunggio merasa sangat bersyukur dengan adanya doa bersama ini untuk menciptakan suasana rukun dan damai di Sulawesi Utara.
“Karena memang torang samua basudara, untuk itu diharapkan semua pihak untuk bagaimana kita menjaga perdamaian dan toleransi,”terangnya.
Dengan adanya kejadian di Bitung, menurutnya, nilai kerukunan akan menurun di Sulut sehingga perlu mengangkat kembali citra Sulut yang merupakan provinsi terukun di Indonesia.
“Kepada seluruh lapisan masyarakat dengan latar belakang suku, agama, dan ras, mari kita menjaga saling tenggang rasa dengan membina dan menjaga persatuan dan kesatuan yang sudah kita galang dari sejak dulu,”pungkasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan orasi perdamaian dari sejumlah tokoh agama dan tokoh adat, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dipimpin oleh enam tokoh agama, yakni Kristen, Islam, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




