28 TPS di Kota Solo Rawan Banjir, Pj Gubernur Minta Dipindahkan
Selasa, 9 Januari 2024 | 17:23 WIB
Solo, Beritasatu.com - Pj Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana meminta tempat pemungutan suara (TPS) yang rawan banjir untuk dipindahkan ke lokasi lain yang dirasa lebih aman yang tak jauh dari lokasi awal.
Hal tersebut diutarakannya seusai meninjau logistik Pemilu 2024 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (9/1/2024).
“Kedatangan kami untuk mengecek kesiapan Pemilu 2024 mengingat waktunya sudah mepet tinggal sebulan lagi. Termasuk melihat apakah ada permasalahan yang dihadapi, seperti TPS yang rawan banjir," ujarnya.
Baca Juga: 234 Ribu Satlinmas Siap Siaga Amankan 117 Ribu TPS di Jateng
Menurutnya, saat ini musim penghujan jadi diharapkan KPPS harus memilih lahan yang betul-betul aman. "Kalau memang di lahan yang banjir ya kita harapkan segera dipindahkan tetapi tidak terlalu jauh dari lokasi yang sering ditetapkan,” katanya.
Di sisi lain, terkait keamanan logistik, Nana mengatakan sudah dilakukan koordinasi antara KPU dan Bawaslu, serta TNI dan Polri untuk memastikan logistik Pemilu 2024 aman. Mulai dari penyimpanan hingga distribusi ke TPS.
“Kita siapkan CCTV untuk memantau setiap perkembangan, di samping juga ini sudah ada petugas yang mengamankan baik dari KPU, kemudian dari Polri, TNI bahkan Satpol PP yang bergantian menjaga logistik pemilu,” kata dia.
Terkait TPS rawan banjir, Ketua KPU Kota Solo Bambang Christanto mengatakan, dari pemetaan yang dilakukan diketahui ada 28 TPS yang rawan banjir di kota bengawan.
“Kita sudah mitigasi, totalnya ada 28 TPS yang rawan banjir. Sebanyak 25 TPS berada di Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan dan tiga TPS di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasarkliwon,” jelasnya.
Terkait arahan dari Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana untuk pemindahan TPS rawan banjir, Bambang mengatakan pihaknya sudah melihat beberapa lokasi toko atau gudang yang tak jauh dari lokasi pemilih yang akan dijadikan opsi sebagai lokasi TPS pengganti jika nantinya intensitas hujan tinggi dan terjadi banjir.
“Jika nanti ada intensitas hujan sangat tinggi dan banjir maka langkah antisipasinya segera pindah dan sudah dikoordinasikan dengan stakeholder terkait baik pemilik toko, gudang polsek dan rekan Bawaslu hingga PPK lainnya,” ucap Bambang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




