Jadi Korban Pencabulan Paman, Atlet Bulu Tangkis di Samarinda Trauma
Sabtu, 27 Januari 2024 | 18:12 WIB
Samarinda, Beritasatu.com - Seorang atlet bulu tangkis berusia 16 tahun di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, kini dikabarkan mengalami trauma yang cukup dalam seusai menjadi korban pencabulan oleh seorang pria berusia 36 tahun yang tak lain adalah paman kandungnya sendiri.
Didampingi oleh Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur (Kaltim), korban bersama ibunya akan melaporkan kasus ini ke Polresta Samarinda.
Kasus ini terungkap setelah ibu korban mengetahui histori percakapan antara korban dan terduga pelaku. Dalam percakapan itu, terduga pelaku meminta maaf terhadap korban, dan meminta agar tidak melaporkan kasus ini ke polisi.
Mengetahui hal itu, ibu korban yang merasa tak terima lantas mengadukan apa yang dialami oleh korban ke TRC PPA Kaltim, dan langsung ditindaklanjuti dengan mengumpulkan bukti-bukti.
Ketua TRC PPA-Kaltim, Rina Zainun mengatakan tindakan asusila yang dialami oleh korban ini berawal pada 2021 lalu. Saat itu, korban yang tengah tertidur nyenyak, tiba-tiba dipaksa untuk melayani nafsu bejat terduga pelaku hingga korban menangis kesakitan.
“Jadi awal kejadiannya itu pada 2021. Pada Juni, korban sedang tertidur nyenyak kemudian terbangun karena kesakitan. Begitu terbangun dia melihat si terduga pelaku ini sudah menindih tubuhnya hingga akhirnya si korban menangis. Terduga pelaku kemudian lari ke dalam kamar mandi,” ungkap Rina kepada Beritasatu.com saat menggelar jumpa pers di Kota Samarinda, Sabtu (27/1/2024) sore.
Menurutnya, tindakan asusila yang dialami oleh korban pun kembali terulang dua pekan berikutnya. Bahkan, terduga pelaku yang tak lain adalah paman kandung korban, juga kembali melakukan pelecehan satu bulan kemudian, tetapi berhasil digagalkan oleh korban.
Rina pun menambahkan, aksi pencabulan keempat yang dilakukan oleh terduga pelaku pun kembali terulang pada Juni 2022 lalu. Saat itu, korban yang merupakan salah satu atlet bulu tangkis mendapat perlakuan itu susai mengikuti seleksi Piala Presiden.
Di tengah kondisi korban yang kelelahan, terduga pelaku justru kembali melakukan tindakan asusila terhadap korban. Akibatnya, korban pun kini mengalami trauma yang cukup mendalam setelah kejadian itu.
TRC PPA Kaltim akan terus mendampingi korban guna membantu memulihkannya dari kondisi trauma. Selain itu, TRC PPA Kaltim juga masih mengumpulkan bukti-bukti dan akan segera melaporkan dugaan tindak asusila terhadap korban di bawah umur ini ke Polresta Samarinda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




