ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

7 Kecamatan di Indramayu Terendam Banjir

Senin, 12 Februari 2024 | 18:58 WIB
CK
JS
Penulis: Candra Kurnia | Editor: JAS
Warga tengah melintasi wilayah di sekitar rumahnya yang dilanda banjir di Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa barat akibat meluapnya SUngai Cimanuk, Senin, 12 Februrai 2024.
Warga tengah melintasi wilayah di sekitar rumahnya yang dilanda banjir di Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa barat akibat meluapnya SUngai Cimanuk, Senin, 12 Februrai 2024. (Beritasatu.com/Candra Kurnia)

Indramayu, Beritasatu.com - Tujuh Kecamatan di Indramayu, Jawa Barat, terendam banjir, Senin (12/2/2024). Banjir tersebut terjadi akibat dari luapan Sungai Cimanuk.

Di Desa Pekandangan Jaya, Kecamatan Indramayu, puluhan rumah di kawasan tersebut terendam banjir, bahkan sejumlah makam pun turut terendam. Ketinggian air di kawasan tersebut bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga satu meter.

Menurut Karniti, salah satu warga Pekandangan Jaya, banjir terjadi akibat kiriman air dari hulu Sungai Cimanuk.

"Di sini sering banjir, kalau hujan mah biasa saja. Ini air kiriman. Air naik tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB," ungkapnya saat ditemui di lokasi banjir.

ADVERTISEMENT

Banjir kali ini, kata Karniti, merupakan yang terparah di Desa Pekandangan Jaya.

"Ini parah banjirnya, paling parah bisa sepaha, tetapi kalau hujan mah enggak," katanya.

Sementara itu, Bupati Indramayu, Nina Agustina, meninjau langsung pintu air Sungai Cimanuk, di Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Nina mengungkapkan, debit air Sungai Cimanuk telah naik sejak Minggu (11/2/2024) malam.

"Ini dari tadi malam, ada Sindang, Jatibarang, Bangodua, Indramayu, Kertasemaya, Sukagumiwang. Sekitar tujuh kecamatan yang terkena," ujarnya.

Nina mengatakan, banjir di Indramayu layaknya di Jakarta, yang selalu dikirim dari Bogor.

"Ini tuh akibat kiriman dan kita serbasalah. Indramayu kan datar akhirnya ada kiriman seperti Bogor ke Jakarta," katanya.

Selain tingginya debit air dari hulu, Nina menjelaskan, salah satu faktor penyebab terjadinya banjir, yakni banyaknya sampah di aliran sungai. Ini mengakibatkan aliran sungai tersumbat.

"Satu sampah itu kiriman, yang kedua mungkin kita juga buang sampah sembarangan, eceng gondok juga mau diberesin," jelasnya.

Agar banjir tidak meluas, Pemkab Indramayu rencananya akan menurunkan eskavator untuk mengangkut sampah yang menghambat aliran Sungai Cimanuk.

"Kita akan meninggikan ini (jembatan). Insyaallah di tahun ini dikerjakan, yang pasti sore ini kita datangkan beko untuk mengeruk, biar airnya lancar," ucapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Banjir Indramayu Rendam 2.771 Rumah, 11 Desa dan Kelurahan Terdampak

Banjir Indramayu Rendam 2.771 Rumah, 11 Desa dan Kelurahan Terdampak

JAWA BARAT
Hujan sejak Pagi, Jalan Protokol Pusat Kota Indramayu Terendam Banjir

Hujan sejak Pagi, Jalan Protokol Pusat Kota Indramayu Terendam Banjir

JAWA BARAT
Banjir Kepung Kabupaten Indramayu, Rumah Warga dan Sawah Jadi Korban

Banjir Kepung Kabupaten Indramayu, Rumah Warga dan Sawah Jadi Korban

JAWA BARAT
Banjir Rendam Indramayu, 80 Rumah Terdampak

Banjir Rendam Indramayu, 80 Rumah Terdampak

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon