Perjuangan Petugas KPU Polman Salurkan Logistik Lewati Jalan Rusak hingga Naik Rakit ke Desa Terpencil
Senin, 12 Februari 2024 | 20:32 WIB
Polewali Mandar, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mulai mendistribusikan logistik ke desa terpencil.
Petugas menggunakan ojek motor membawa logistik kotak suara yang berisi surat suara kebutuhan Pemilu 2024, ke wilayah pegunungan di Desa Patambanua dan Desa Lenggo, Kecamatan Bulo.
Untuk bisa tiba di lokasi, para ojek motor ini harus berjuang keras melewati jalan rusak, menanjak, hingga jalan terjal dengan jarak tempuh perjalanan sekitar 6 jam dari Kecamatan Bulo menuju dua desa terpencil tersebut.
Pendistribusian logistik tersebut dikawal langsung oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK), panwascam, dan didampingi anggota Polri dan TNI.
Selain jalan yang rusak, para ojek motor ini terpaksa harus menyeberang sungai menggunakan rakit untuk bisa tiba di lokasi, lantaran jembatan di wilayah tersebut sudah puluhan tahun tidak memiliki akses jembatan.
Adapun logistik yang diantar pada tiap TPS, yaitu lima kotak suara, berisi segala kelengkapannya dan empat bilik kotak suara, serta kelengkapan lainnya yang berada di luar kotak suara, di antaranya surat suara, paku, dan tinta.
Sebelumnya, logistik pemilu sudah ditempatkan di kecamatan dan tinggal disalurkan ke desa-desa.
Sebelum didistribusikan, logistik KPU ini terlebih dahulu dibungkus mengunakan terpal karena dikhawatirkan akan rusak di jalan, terlebih jika curah hujan tinggi.
Adapun jumlah kotak suara yang didistribusikan di dua desa tersebut berjumlah 40 kotak. Proses distribusi logistik akan dilakukan secara bertahap.
Ketua PPK Bulo, Dirwan Rasyid, mengatakan, hari ini pihaknya mulai mendistribusikan logistik di desa terjauh di Kecamatan Bulo.
"Kalau kita menuju Lenggo itu kami menggunakan roda dua, karena jalur ke Lenggo memang tidak bisa menggunakan roda empat, hanya bisa dilalui roda dua. Kalau mau menggunakan roda empat harus melalui Kecamatan Tutar dulu untuk menuju Desa Lenggo," kata Dirwan, Senin (12/2/2024).
Ia menjelaskan, pihaknya harus berjuang keras untuk bisa tiba di lokasi, pasalnya akses jalan menuju desa tersebut sangat terjal dan harus menyeberang sungai.
Terdapat dua sungai yang harus dilalui untuk mencapai desa tersebut. "Untuk menyeberang sungai itu ada dua desa, termasuk Desa Patambanua, kita harus menyeberangi sungai menggunakan rakit," tambahnya.
Untuk menghindari kerusakan pada kota suara, kata Dirwan, pihaknya telah membungkus kotak suara dengan plastik dan terpal, serta mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.
"Kalau untuk hari ini kita akan menyeting kotak suara ini agar tidak terkena air, kita akan pakaikan kantong plastik besar ataupun jas hujan untuk lebih amannya," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




