ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Saksi Partai Terlibat Ricuh dengan PPK di Pleno KPU Ternate

Senin, 4 Maret 2024 | 14:02 WIB
SN
MF
Penulis: Sahrudin Nurdin | Editor: DIN
Rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, berlansung ricuh, Senin, 4 Maret 2024.
Rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, berlansung ricuh, Senin, 4 Maret 2024. (Beritasatu.com/Sahrudin Nurdin)

Ternate, Beritasatu.com - Rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, berlangsung ricuh.

Kericuhan terjadi pada, Minggu (3/3/2024) sore, yang melibatkan saksi partai politik dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ternate Selatan, yang berlangsung di ruang pleno, di Hotel Velia, Kota Ternate.

Saat rapat pleno sedang berlangsung, tiba-tiba salah satu saksi dari partai politik memprotes dan mengamuk ke petugas PPK.

ADVERTISEMENT

Saksi tersebut meminta agar PPK lebih dahulu melakukan penghitungan di dua tempat pemungutan suara (TPS), yakni TPS 4 dan TPS 6, Kelurahan Tanah Tinggi, karena diduga ada kecurangan saat perhitunggan di tingkat TPS pada hari pemungutan suara, 14 Febuari lalu.

Keributan tidak terhindarkan sehingga suasana di ruang pleno menjadi gaduh.

Puluhan aparat kepolisian dari Polres Ternate yang mengawal jalannya pleno itu langsung masuk ke dalam ruangan untuk menenangkan saksi itu. Namun saksi tersebut terus meronta, sehingga aparat kepolisian langsung menggiringnya keluar ruangan.

Kasi Humas Polres Ternate, Iptu Wahyuddin  menjelaskan, seorang saksi diamankan guna meredam terjadinya keributan di ruang pleno yang dapat mengganggu jalannya pleno, sehingga menyebabkan terjadinya keterlambatan.

"Jadi masyarakat yang diamankan di kantor itu untuk menenangkan situasi. Tidak ada niat untuk menangkap, hanya mengamankan saja," ucap Wahyuddin.

Dia mengharapkan, saksi maupun peserta pemilu yang menjadi saksi di ruangan agar tidak menujukkan sikap anarkis yang dapat mengganggu jalannya pleno.

"Imbauan kami juga bahwa kita di sini mengamankan jalannya kegiatan termasuk orangnya juga kita amankan, baik peserta maupun seluruh masyarakat yang ada di sini adalah tanggung jawab kami keamanannya," kata Wahyuddin.

Meski demikian, rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di tingkat KPU terus berjalan dengan lancar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon