ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sambut Nyepi, Ribuan Umat Hindu Tengger Turun Gunung Gelar Upacara Melasti di Pantai Selatan

Senin, 4 Maret 2024 | 17:22 WIB
AK
BW
Penulis: Ahmad Rifqi Danwanus Khalwani | Editor: BW
Ribuan umat Hindu Tengger turun gunung mengikuti upacara Melasti di pesisir pantai selatan Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin 4 Maret 2024. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut puncak hari raya Nyepi 2024 pada pekan depan.
Ribuan umat Hindu Tengger turun gunung mengikuti upacara Melasti di pesisir pantai selatan Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin 4 Maret 2024. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut puncak hari raya Nyepi 2024 pada pekan depan. (Beritasatu.com/Rifqi Danwanus)

Lumajang, Beritasatu.com - Ribuan umat Hindu Tengger turun gunung mengikuti upacara Melasti di pesisir pantai selatan Watu Pecak, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut puncak hari raya Nyepi 2024 pada pekan depan.

Sekitar 3.000 umat Hindu Tengger memenuhi sepanjang bibir pantai Watu Pecak untuk mengikuti ritual larung yang merupakan dari bagian upacara Melasti.

Sebelumnya, upacara Melasti diawali dengan sembahyang dan doa bersama ribuan umat Hindu Tengger di area hutan vegetasi. Para umat Hindu Tengger ini juga membawa sesajen berupa hasil bumi dan ternak sebagai seserahan terhadap semesta.

ADVERTISEMENT

Upacara Melasti pada Senin (4/3/2024) pagi tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang masuk ke dalam rangkaian perayaan Nyepi.

“Makna Melasti ini untuk pembersihan diri atau pembersihan ketidak benaran baik dari pikiran, perkataan maupun perbuatan yang kurang baik,” kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lumajang, Teguh Widodo.

Teguh juga menyampaikan makna pembersihan diri ini juga berarti untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan alam yang diakibatkan oleh ulah manusia selama ini. Sehingga, mereka memanjatkan doa dan melakukan ritual terhadap semesta agar kembali suci dengan berbenah diri.

Seuai berdoa bersama, mereka menggelar kirab sesajen hasil bumi sembari membawa peralatan sembahyang untuk disucikan di laut. Kirab dilakukan berjalan kaki sejauh kurang lebih 1 kilometer dari kawasan hutan menuju bibir pantai Watu Pecak.

Dalam iring-iringan tersebut gunungan dan singgasana sebagai alat sembahyang dibawa ke tepian pantai untuk dibersihkan. Tradisi ini dilakukan dengan maksud menyucikan diri dan seluruh peralatan sembahyang atau Pratim.

“Terkait prosesi Pelarungan ini maknanya untuk disucikan, kita mengambil dari tirta suci (air laut) untuk mensucikan singgasana. Kegiatan ini rutin kami lakukan satu tahun sekali,” ujarnya.

Teguh menyampaikan, setidaknya ada sekitar 3.000 umat Hindu Tengger yang mengikuti upacara Melasti ini. Mereka merupakan masyarakat Hindu Tengger yang berada di wilayah lereng Gunung Semeru yang berasal dari Kabupaten Lumajang dan sebagian Kabupaten Probolinggo.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Umat Hindu Tengger Rayakan Hari Raya Karo 1947 Saka di Bromo

Umat Hindu Tengger Rayakan Hari Raya Karo 1947 Saka di Bromo

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon