ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Santap Ikan Buntal, Ibu dan 2 Putrinya Tewas Keracunan di Maluku

Rabu, 6 Maret 2024 | 15:45 WIB
A
BW
Penulis: Antara | Editor: BW
Ikan buntal yang disantap ibu dan dua anaknya di Maluku. Ketiganya tewas keracunan, Selasa 5 Maret 2024.
Ikan buntal yang disantap ibu dan dua anaknya di Maluku. Ketiganya tewas keracunan, Selasa 5 Maret 2024. (./Antara)

Ambon, Beritasatu.com - Kapolsek Saparua, Polresta Pulau Ambon dan PP Lease, AKP Yopy Walalayo mengatakan, ibu dan dua putrinya di Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku tewas karena keracunan setelah mengonsumsi ikan buntal beracun, Selasa (5/3/2024).

"Ikan buntal atau buntek alias fugu ini sangat beracun," kata Kapolsek Saparua AKP Yopy Walalayo, Rabu (6/3/2024).

Korban meninggal dunia akibat keracunan, adalah Lenny Latuperissa (28) bersama kedua putrinya yang masih kecil, yakni Keisya Berhitu (5) dan Chrismen Berhitu (2).

ADVERTISEMENT

Menurut keterangan saksi, Steven Berhitu yang merupakan suami dan ayah korban, sekitar pukul 08.30 WIT, dia bersama isteri dan anak-anaknya sedang berada di rumah.

"Saksi saat itu menggoreng ikan untuk dimakan korban sebelum ke sungai," ucapnya.

Korban Lenny bersama kedua anaknya mengonsumsi ikan buntal, khususnya bagian telurnya yang telah digoreng sejak semalam.

Kemudian sekitar pukul 08.50 WIT, almarhumah bersama anaknya Keisya dan Frans Berhitu pergi ke sungai, sedangkan korban Chrismen Berhitu tinggal bersama dengan saksi di rumah.

Berselang beberapa menit, Chrismen mengeluhkan kondisi tubuhnya yang tiba-tiba menjadi lemas kepada ayahnya Steven. Namun, saksi berpikir itu masalah biasa.

Sekitar pukul 09.40 WIT, seorang warga bernama Mimi membawa pulang Lenny dari sungai karena sudah dalam kondisi lemas.

"Isteri saksi sempat menyuruh suaminya saksi Steven untuk segera membawa mereka ke rumah sakit karena selain merasa lemas, mulut dan kerongkongan juga terasa sakit," jelas kapolsek mengutip keterangan saksi.

Sejumlah warga turut membantu mengevakuasi ketiga korban ke RSUD Saparua pada pukul 10.00 WIT. Namun, nyawa mereka tidak tertolong dan meninggal dunia sekitar pukul 12.00 WIT.

Suami korban menerima peristiwa kematian istri dan kedua anaknya sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon