ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pria Surabaya dengan Tato Malaikat Ditangkap Polisi karena 12 Kali Curi Barang Elektronik di Kulonprogo

Jumat, 8 Maret 2024 | 12:40 WIB
OW
BW
Penulis: Olena Wibisana | Editor: BW
Kepolisian Sektor Kalibawang, Kulonprogo, DI Yogyakarta menangkap Difa Rendi Santosa (45) warga Wonokromo, Surabaya, karena mencuri barang elektronik di kantor pemerintahan dan sekolah, Jumat 8 Maret 2024.
Kepolisian Sektor Kalibawang, Kulonprogo, DI Yogyakarta menangkap Difa Rendi Santosa (45) warga Wonokromo, Surabaya, karena mencuri barang elektronik di kantor pemerintahan dan sekolah, Jumat 8 Maret 2024. (Beritasatu.com/Olena Wibisana)

Kulonprogo, Beritasatu.com - Kepolisian Sektor Kalibawang, Kulonprogo, DI Yogyakarta menangkap Difa Rendi Santosa (45) warga Wonokromo, Surabaya. Difa 12 kali mencuri barang elektronik di kantor pemerintahan dan sekolah di Kulonprogo. Pria dengan tato malaikat di lengan kanannya ini diamankan di salah satu rumah indekos di wilayah Srumbung, Magelang, Jawa Tengah.

Pria yang telah satu tahun menganggur ini ditangkap polisi lantaran mencuri barang elektronik di Kulonprogo. Tak hanya sekali, pelaku bahkan telah melancarkan aksinya di 12  lokasi berbeda sejak awal tahun lalu.

Sasaran utama pelaku adalah kantor pemerintahan maupun bangunan sekolah yang minim penjagaan pada malam hari. Berbekal obeng dan linggis, pelaku menggasak barang elektronik berupa laptop, komputer, kamera, proyektor hingga beragam kabel.

ADVERTISEMENT

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan pencurian barang elektronik di kantor penyuluh pertanian Kalibawang. Setelah menelusuri jejak penjualan barang elektronik di media sosial, polisi berhasil mengendus keberadaan pelaku.

"Kejadian Jumat 23 Februari, dilaporkan sama kantor balai penyuluhan pertanian, pelaku masuk melalui jendela, penjaga malam kondisi isirahat," kata Kapolsek Kalibawang, AKP Zainuri kepada Beritasatu.com, Jumat (8/3/2024).

Pelaku nekat melancarkan aksinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Barang elektronik yang dicuri dijual dengab harga berkisar Rp 1 juta hingga Rp 3 juta, tergantung merk dan kondisi.

"Uang untuk kebutuhan makan sehari-hari setelah setahun menganggur," ujar Difa Rendi Santosa, pelaku pencurian.

Dari tangan pelaku, polisi menyita enam unit laptop, enam unit proyektor, satu komputer desktop, satu kamera digital, dan beberapa barang lainnya.

Polisi juga menyita sebuah seragam perusahaan konstruksi yang digunakan pelaku sebagai sarana menjual barang curiannya supaya lebih dipercaya sebagai barang bekas perusahaan tertentu.

Akibat perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang curat dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mau Jualan Narkoba, Maling Ini Gasak Emas 50 Gram dari Rumah Kosong

Mau Jualan Narkoba, Maling Ini Gasak Emas 50 Gram dari Rumah Kosong

BANTEN
Maling Motor Beraksi, Honda Scoopy di Pabuaran Kemang Bogor Lenyap!

Maling Motor Beraksi, Honda Scoopy di Pabuaran Kemang Bogor Lenyap!

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon