ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tanggul Sungai Wulan Demak Jebol Lagi, Kepala BNPB Kerahkan 30 Pompa Air Atasi Banjir

Selasa, 19 Maret 2024 | 19:32 WIB
J
MF
Penulis: Jamaah | Editor: DIN
Rombongan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengunjungi lokasi terdampak banjir di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Senin, 18 Maret 2024.
Rombongan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengunjungi lokasi terdampak banjir di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Senin, 18 Maret 2024. (Beritasatu.com/Jamaah)

Demak, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung lokasi jebolnya tanggul di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pihaknya menyebut butuhkan waktu lima hingga tujuh hari untuk menutup tanggul yang jebol. BNPB bakal mengerahkan 30 pompa air untuk mengatasi banjir Demak.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto beserta rombongan langsung meninjau titik lokasi jebolnya tanggul Sungai Wulan menggunakan perahu di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Senin (18/3/2024) kemarin.

Menurut Suharyanto, jebolnya tanggul untuk kedua kalinya ini karena kondisi tanggul yang belum mengeras ditambah kondisi cuaca pada Minggu (17/3/2024). Saat ini proses perbaikan tanggul terus dikebut agar debit air yang mengalir ke permukiman segera surut.

ADVERTISEMENT

"Dalam waktu lima hari atau seminggu paling lambat tanggul itu sudah tertutup kembali, nah kalau sudah tertutup tinggal kita memompa air," kata Letjen TNI Suharyanto kepada awak media.

Mekanisme penanganan pun tidak berbeda dengan kondisi sebelumnya, yakni dengan memaksimalkan pompa air usai tanggul tertutup maksimal. Sebanyak 30 pompa air dari BNPB hingga PUPR akan dikerahkan demi mengatasi bencana banjir di Demak.

Kepala BNPB juga memastikan kebutuhan pengungsi korban banjir yang mencapai puluhan ribu dengan ketersediaan logistik dan tempat pengungsian yang layak.

"Kita pastikan kebutuhan para pengungsi, memang banyak sekali pengungsinya, ada ribuan ini betul-betul kita penuhi," imbuhnya.

Sementara, Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana menambahkan, bersama BNPB, BPBD Provinsi Jawa Tengah, dan pihak terkait kini masih terus berupaya melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di sekitar kota Demak. Tujuannya untuk mengurangi debit air di Sungai Wulan yang merupakan kiriman dari wilayah Grobogan dan Blora.

"Teknologi modifikasi cuaca ini sudah hari ketiga dan alhamdulillah dan saat ini untuk wilayah Demak dan sekitaranya mulai Blora sudah berkurang. Ini kita harapkan untuk mengurangi curah hujan ekstrem," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon