Menaker: Tradisi Mudik Lebaran Tak Boleh Berhenti
Minggu, 7 April 2024 | 18:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan tradisi mudik untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman hanya dimiliki Indonesia dan tidak dimiliki oleh negara Islam sekalipun. Dia menyambut positif, nilai-nilai budaya yang tumbuh di masyarakat untuk mempererat silaturahmi tersebut, hingga saat ini masih terus dilestarikan.
"Tentu akar budaya itu bersumber dari ajaran agama untuk mempererat silaturahmi. Salah satu cara untuk mempererat silaturahmi yakni dengan cara mudik," ujar Ida Fauziyah dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (7/4/2024).
Ida Fauziyah berpendapat tidak semua pekerja di perantauan punya kesempatan untuk kembali ke kampung halaman saat merayakan Idulfitri setahun sekali.
Pemerintah mendorong perusahaan-perusahaan agar membantu meringankan para pekerja dengan mengadakan mudik gratis bersama, sebagai salah satu upaya mengatasi berbagai persoalan.
"Libur lebaran adalah sarana untuk memberikan kesempatan bagi siapa pun pekerja atau warga negara di perantauan untuk dapat menikmati indahnya Idulfitri bersama keluarga. Pekerja dan pengusaha adalah mitra dan sama-sama memperjuangkan keberlangsungan perusahaan, maka di saat bahagia, kebahagiaan itu disokong bersama," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




