ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Palembang Sempat Bersembunyi di Rumah Korban

Rabu, 17 April 2024 | 21:19 WIB
AP
MF
Penulis: Andika Pratama | Editor: DIN
Terduga pelaku pembunuhan sadis ibu dan anak saat diamankan di Polsek Sukarami Palembang.
Terduga pelaku pembunuhan sadis ibu dan anak saat diamankan di Polsek Sukarami Palembang. (Istimewa/Istimewa)

Palembang, Beritasatu.com - Pelaku pembunuhan ibu dan anak Palembang, Sumatera Selatan, sempat bersembunyi di rumah korban setelah melakukan pembunuhan. Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono.

"Setelah kejadian suami korban (Anung) mencoba mendobrak pintu rumah dan melihat anak laki-lakinya di dalam. Ternyata pelaku juga masih bersembunyi di rumah korban," ujarnya, Rabu (17/4/2024).

Dari pengakuan pelaku bernama Suganda (31 tahun), dirinya melihat Anung menghampiri tetangga dan ia langsung melarikan diri dari pintu dapur belakang.

ADVERTISEMENT

"Setelah keluar pelaku langsung membuang handphone-nya dan mengganti baju. Baju tersebut didapatkan pelaku dari salah satu rumah yang berada di TKP," ungkap Harryo.

Harryo mengatakan, kasus ini masih didalami, apakah masuk dalam pembunuhan berencana atau tidak.

"Karena pelaku sebelumnya membawa pisau, mengganti baju, dan membuang handphone," ungkapnya.

Sementara itu, Suganda mengaku melihat Anung saat pulang ke rumah dan ia langsung melarikan diri dari pintu belakang.

"Sempat ingin saya bunuh juga, melihat dia pulang bersama temannya saya urungkan niat tersebut dan memilih melarikan diri," tandasnya.

Sebelumnya, Suganda nekat menghabisi nyawa Wasilah (40) dan anak perempuannya usia yang 16 tahun, karena menuntut gaji Rp 150.000 per hari yang dijanjikan suami korban.

Beredar video pengakuan Suganda yang diterima wartawan pada Rabu (17/4/2024), awalnya ia mendatangi rumah korban berniat untuk menanyakan gajinya kepada Anung.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), tepatnya di kediaman korban di Jalan Macan Lindungan, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, pelaku bertemu Wasilah, istri Anung.

"Saya dendam dengan suaminya masalah gaji dan saat tiba di rumahnya saya bertemu istrinya," ujar Suganda.

Sebelum mendatangi rumah korban, Suganda mengaku membawa pisau.  "Saya datang bersama teman inisial Hn, tugas dia hanya mengawasi dari luar saja," katanya.

Setelah memasuki rumah korban, Suganda bertemu dengan Wasilah, lalu terjadi cekcok mulut dan ia langsung menghabisi nyawa korban menggunakan pisau yang dibawanya.

"Anak perempuan korban yang melihat kejadian itu langsung menghubungi seseorang, lalu saya kejar dan saya habisi juga nyawanya di kamar, satu pisau lagi saya ambil di area dapur rumah korban," ungkapnya.

Suganda mengaku bekerja dengan suami korban untuk menebang pohon dengan upah ratusan ribu rupiah.

"Saya diajaknya bekerja borongan untuk menebang pohon, sekali saya ikut dapat upah sebesar Rp 150.000," jelasnya.

Kemudian, kata Suganda, orang tuanya memberitahu bahwa ia hanya mendapat upah sebesar Rp 1,5 juta.  "Padahal perjanjiannya Rp  3 juta dari total borongan menebang pohon, karena tidak jelas mengenai masalah gaji dan saat saya tanya selalu tidak ada kejelasan hingga saya dendam dan sakit hati," ungkapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon