ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Korban Pencabulan Oknum Polisi di Surabaya Alami Trauma Berat

Minggu, 21 April 2024 | 03:06 WIB
AS
MF
Penulis: Ahmad Shoim | Editor: DIN
Ilustrasi
Ilustrasi

Surabaya, Beritasatu.com – Korban dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum polisi di Surabaya berinisial K (53 tahun), kini alami trauma berat. Hal itu diungkapkan nenek korban, yakni N (55).

Menurut N, cucunya yang kini berusia 15 tahun itu mengalami trauma atas apa yang dialaminya. Setiap hari sering terlihat murung dan melamun hingga tak doyan makan.

“Iya trauma anaknya. Suka menyendiri, melamun. Makannya juga sedikit,” ujarnya, Sabtu (20/4/2024).

ADVERTISEMENT

Selain melaporkan kasus ini ke pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, N juga berharap agar cucunya dapat pendampingan psikolog dari pihak kepolisian maupun pemerintah setempat, sehingga trauma yang dialaminya tidak semakin parah.

“Iya harus ada pendampingan psikologi buat anaknya,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, N telah melaporkan menantunya, K (53) yang masih aktif bertugas sebagai anggota polisi di Mapolsek Sawahan Surabaya atas dugaan pencabulan terhadap cucunya yang merupakan anak tiri terduga pelaku.

Pencabulan dilakukan sejak 2020 lalu hingga 2024. Saat itu, korban masih duduk di kelas  6 sekolah dasar, sedang kini korban telah duduk di kelas 3 SMP.

Sementara itu, Kapolsek Sawahan, Kompol Domingos De Fatima Ximenes telah membenarkan adanya kasus yang melibatkan anak buahnya tersebut. Ia juga menegaskan bahwa kasusnya kini telah ditangani oleh pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Polda Jatim.

"Masih dalam tahap pemeriksaan Propam Polda Jatim dan Reskrim Perak," terang Domingos.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon