ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Unjuk Rasa Ratusan Mahasiswa Unsoed Tolak Kenaikan UKT Sempat Diwarnai Dorong-dorongan

Sabtu, 27 April 2024 | 06:20 WIB
DA
R
Penulis: Dian Aprilianingrum | Editor: RZL
Unjuk rasa ratusan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto di depan gedung rektorat kampus pada Jumat, 26 April 2024.
Unjuk rasa ratusan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto di depan gedung rektorat kampus pada Jumat, 26 April 2024. (Beritasatu.com)

Purwokerto, Beritasatu.com - Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto di depan gedung rektorat kampus pada Jumat (26/4/2024) sempat memanas dan diwarnai dorong-dorongan. Uang kuliah tunggal (UKT) yang mengalami kenaikan menjadi pemicu dari demonstrasi.

Massa membanjiri area rektorat dengan spanduk bertuliskan "Mahasiswa Baru Panik", "UKT Semakin Mencekik", hingga "UKT Jahat Kebijakan Cacat". Fadil Syahputra, salah satu orator aksi, menyatakan beberapa tuntutan yang diusung dalam demonstrasi ini.

"Kami menolak kenaikan UKT tahun 2024 dan menuntut pengembalian ke tarif sebelumnya. Kami juga menuntut agar aturan potongan UKT 50% untuk mahasiswa akhir dipulihkan, menentang penyesuaian UKT tiap semester, dan mendesak penyebaran informasi terkait kebijakan kampus," ungkap Fadil.

ADVERTISEMENT

Aksi unjuk rasa sempat memanas dengan adanya dorongan-dorongan terhadap satuan pengamanan internal karena Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq tak kunjung muncul.

Setelah lebih dari satu jam berdemonstrasi, akhirnya para mahasiswa diterima oleh rektor. Dia menjelaskan pembiayaan kuliah berasal dari beberapa sumber, termasuk dari pemerintah, kemitraan, dan masyarakat melalui UKT.

Rektor menyatakan sistem pembiayaan UKT di Unsoed masih mengacu pada aturan tahun 2012, tetapi berdasarkan surat dari kementerian, ada penyesuaian Biaya Kuliah Tunggal (BKT) yang harus dilakukan.

Dia menjelaskan variabel penentuannya berbeda di setiap daerah, termasuk proses pendidikan, metode, dan akreditasi tiap program studi.

Namun, beberapa mahasiswa mengeluhkan ketidaksesuaian UKT dengan realitas ekonomi keluarga mereka. Salah satunya, Aisyah, mahasiswa baru dari Fakultas Pertanian, menyampaikan kekecewaannya karena harus membayar UKT golongan 4 meskipun pendapatan orang tuanya hanya dari buruh dan pedagang.

"Saya kuliah disini  karena murah, ingin mengurangi beban orang tua tetapi malah kena Rp 8 juta," jelasnya.

Rektor menanggapi akan dilakukan pemeriksaan ulang atas besaran UKT untuk memastikan keakuratan data dan kesesuaian dengan kondisi ekonomi mahasiswa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Unsoed Akui Dugaan Kekerasan Seksual, Korban Sudah Dapat Pendampingan

Unsoed Akui Dugaan Kekerasan Seksual, Korban Sudah Dapat Pendampingan

JAWA TENGAH
Unsoed: Penganiayaan Mahasiswa Diduga Terkait Kekerasan Seksual

Unsoed: Penganiayaan Mahasiswa Diduga Terkait Kekerasan Seksual

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon