Ibu Hamil Berhasil Dievakuasi dari Banjir Luwu dengan Helikopter, Begini Kondisinya Sekarang
Jumat, 10 Mei 2024 | 17:25 WIB
Luwu, Beritasatu.com - Ibu hamil penyintas banjir bandang dan longsor di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, yang dievakuasi melalui jalur udara akhirnya melahirkan. Ibu tersebut berhasil dievakuasi melalui jalur udara dengan helikopter milik Polda Sulawesi Selatan.
Indri (33), warga Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, akhirnya bisa bernafas lega setelah melahirkan di Rumah Sakit Batara Guru Belopa seusai berhasil dievakuasi melalui jalur udara dengan helikopter milik Polda Sulawesi Selatan.
Meski kondisi sang ibu mulai membaik, sang anak masih harus menjalani perawatan intensif di dalam tabung inkubator, setelah melahirkan dengan cara caesar.
Selain Indri, salah seorang pengungsi lainnya yang dievakuasi melalui jalur udara, juga berhasil melahirkan dengan normal.
"Keadaan kemarin di lokasi tidak bisa diakses jalur darat, makanya saya meminta untuk dievakuasi melalui jalur udara karena dalam kondisi hamil dan mau melahirkan," ujar Indri kepada Beritasatu.com, Jumat (10/5/2024).
Lebih lanjut Indri menjelaskan, dia bersama sang bayi dalam kondisi sehat seusai melahirkan sesar.
"Alhamdulillah kondisinya mulai membaik, setalah melahirkan ini berkat adanya bantuan dari tim gabungan yang mengevakuasi melalui udara," terangnya.
BACA JUGA
Isak Tangis Sambut Belasan Penyintas Banjir dan Longsor di Luwu Setelah Terisolasi Berhari-hari
Pihak rumah sakit sendiri melakukan perawatan secara maksimal kepada seluruh korban banjir bandang dan tanah longsor, meski para pengungsi tidak memiliki biaya.
Hal tersebut disampaikan Kabid Pelayanan Medik dan Perawatan, Sahrul kepada Beritasatu.com, Jumat (10/5/24).
"Semua yang berhasil dievakuasi melalui udara dan darat kita telah ditangani, termasuk ibu hamil yang sempat dievakuasi melalui helikopter," tuturnya.
Dia juga menyampaikan, kondisi sang ibu saat ini mulai membaik setelah melahirkan dengan cara caesar tetapi sang bayi harus dirawat secara intensif di inkubator.
"Kalau kondisi sang ibu mulai membaik, tetapi sang bayi masih kita rawat secara intensif karena kondisi masih kurang sehat, sehingga harus dirawat di ruang inkubator," terangnya
Sebelumnya, Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Andi Rian Ryacudu Djajadi sempat menanyakan kondisi ibu dan bayinya melalu video call dan menitipkan nama kepada sang bayi yakni Bhara Daksa Latimojong.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




