ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menabung Rp 10.000 Selama 13 Tahun, Penjual Kerupuk di Surabaya Naik Haji

Jumat, 24 Mei 2024 | 07:48 WIB
AP
DM
Penulis: Agung Dharma Putra | Editor: DM
Nur Hasanah, penjual kerupuk di pasar Probolinggo akhirnya bisa berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji setelah 13 tahun menabung Rp 5.000-Rp 10.000 per harinya.
Nur Hasanah, penjual kerupuk di pasar Probolinggo akhirnya bisa berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji setelah 13 tahun menabung Rp 5.000-Rp 10.000 per harinya. (Beritasatu.com/Agung Dharma Putra)

Surabaya, Beritasatu.com - Penjual kerupuk di pasar Probolinggo akhirnya bisa berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji setelah 13 tahun menabung Rp 5.000-Rp 10.000 per harinya.

Nur Hasanah (63 tahun) warga Probolinggo, Jawa Timur, akhirnya bisa tersenyum lebar lantaran ketekunannya selama 13 tahun terakhir menyisihkan sebagian hasilnya bekerja, menjual kerupuk di Pasar Wonoasih Probolinggo berbuah manis karena berkesempatan menunaikan ibadah haji.

"Saya jual kerupuk di pasar Wonoasih dan saya menabung selama 13 tahun dari 2011. Saya menabung setiap harinya Rp 5.000, atau Rp 10.000," ujar Nur Hasanah, Jumat (24/5/2024).

ADVERTISEMENT

Ia telah melakoni pekerjaan menjual kerupuk di pasar Wonoasih sejak berusia 19 tahun. Dalam sehari wanita berusia 63 tahun ini bisa mengantongi omzet laba kotor Rp 600.000-Rp 1,2 juta. Tak lupa Nur Hasanah menyisihkan sebagian dari penghasilannya mulai dari Rp 5.000, Rp 10.000 hingga Rp 50.000 untuk tabungan ongkos naik haji.

Nur Hasanah, jemaah calon haji yang tergabung dalam kloter 43 Embarkasi Surabaya ini mengaku mulai mendaftar haji pada 2011 bersama sang suami.

Pekerjaan menjual kerupuk ini dimulai setelah salat Subuh. Kemudian Nur Hasanah membawa kerupuknya ke pasar dan menata barang dagangannya, serta kemudian menunggu pelanggan yang ingin membeli kerupuknya.

Kerupuk yang sudah dikemas ukuran kecil diberi harga Rp 1.000. Kerupuk yang dikemas dalam jumlah besar dijual seharga Rp 10.000.

Setelah melunasi biaya hajinya, Nur Hasanah mulai menyiapkan diri seperti mental dan fisiknya. Dia juga tak ingin meninggalkan salatnya.

Bahkan saat terkena sakit syaraf terjepit dirinya khusyuk dalam menjalankan salat dan membaca Surat Yasin. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menag Pastikan Pemulangan Jemaah Haji Berjalan Lancar

Menag Pastikan Pemulangan Jemaah Haji Berjalan Lancar

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon