ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Anak di Lampung Aniaya Ayah Kandungnya yang Strok hingga Tewas

Jumat, 14 Juni 2024 | 10:21 WIB
T
H
Penulis: Triyono | Editor: HE
Seorang pemuda di Pesisir Barat, Lampung, berinisial SP (19) ditangkap setelah melakukan tindakan kekerasan terhadap ayah kandungnya yang menderita strok hingga meninggal.
Seorang pemuda di Pesisir Barat, Lampung, berinisial SP (19) ditangkap setelah melakukan tindakan kekerasan terhadap ayah kandungnya yang menderita strok hingga meninggal. (Beritasatu.com/Triyono)

Lampung, Beritasatu.com - Seorang pemuda di Pesisir Barat, Lampung, berinisial SP (19) melakukan tindakan kekerasan terhadap ayah kandungnya yang menderita strok hingga meninggal.

Pelaku tega menganiaya ayahnya hingga meninggal hanya karena kesal diminta mengantarkan ayahnya ke kamar mandi. Pelaku ditangkap polisi saat sedang menghirup lem di sebuah rumah kosong yang memang sudah menjadi kebiasaannya.

Peristiwa penganiayaan tersebut bermula ketika pelaku sedang makan di dapur. Korban yang sedang tidur di ruang keluarga terbangun dan meminta diantar ke kamar mandi. Pelaku menolak dengan alasan sedang makan, hingga akhirnya terjadi percekcokan di antara keduanya. Dalam kemarahannya, pelaku memukul korban berkali-kali hingga tersungkur.

ADVERTISEMENT

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka robek pada alis mata kanan dan kiri serta memar di bagian mata. Setelah menganiaya ayahnya, pelaku langsung meninggalkan rumah dengan sepeda motor.

Sekitar satu jam kemudian, istri korban pulang dari bekerja dan menemukan suaminya terkapar dalam kondisi tidak sadarkan diri. Istri korban segera meminta bantuan tetangga dan menghubungi Polsek Pesisir Utara. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Lemong untuk perawatan lebih lanjut. Setelah sempat dirawat inap di Puskesmas, korban meninggal dunia pada Senin (11/6/2024). Polisi segera memburu pelaku dan berhasil menangkapnya di sebuah rumah kosong.

Kasatreskrim Polres Pesisir Barat, Iptu Algy Ferlyando mengungkapkan, sebelum peristiwa tragis tersebut, pelaku dan korban sering terlibat cekcok.

"Diperkirakan pada saat kejadian, pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan tersulut emosi dan melampiaskan amarahnya kepada korban," ujar Iptu Algy Ferlyando, Kamis (13/6/2024).

Algy memastikan pelaku tidak berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang saat melakukan penganiayaan terhadap ayahnya.

"Pelaku melakukan aksinya karena tersulut emosi saat diminta untuk mengantar korban ke toilet karena korban menderita strok," ungkap Algy.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon