ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Santriwati Korban Perundungan di Lombok Barat Kritis

Senin, 24 Juni 2024 | 16:13 WIB
MA
SL
Penulis: Muhammad Awaludin | Editor: LES
Ilustrasi penganiayaan
Ilustrasi penganiayaan (Istimewa)

Mataram, Beritasatu.com - Seorang santriwati di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Lombok Barat berinisial NI berada dalam kondisi kritis di rumah sakit Lombok Timur. Ia diduga menjadi korban perundungan.

Kasus ini terungkap setelah ayah NI melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. "Berdasarkan pengaduan dari ayah korban, kami sudah membentuk tim investigasi ke salah satu rumah sakit di Lombok Timur," ungkap Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Senin (24/6/2024).

Menurut Yogi, dari keterangan ayah NI, putrinya diduga menjadi korban perundungan teman-temannya saat berada di asrama ponpes."Kronologisnya, Informasi dari ayah korban kejadian ini berlangsung di asrama salah satu ponpes di Lombok Barat," jelas Yogi.

ADVERTISEMENT

Awalnya, teman korban di asrama melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya di Lombok Timur, bahwa NI mengalami luka lebam. Orang tua teman korban kemudian menjemput NI di ponpes dan membawanya ke poliklinik di Lombok Timur.

Namun, kondisi NI semakin memburuk dan harus dibawa ke puskesmas. Seminggu kemudian, orang tua NI menjenguk putrinya dan mendapatkan pengakuan bahwa NI sempat dipukul oleh teman-temannya.

"Dari pengakuan korban, dipukul menggunakan balok kayu dan sajadah di kelopak matanya," ungkap Yogi.

Setelah dirawat di puskesmas, kondisi NI kembali menurun dan harus dibawa ke rumah sakit di Mataram. Saat ini, NI menggunakan ventilator untuk membantunya bernapas.

Sementara itu, pihak ponpes membantah tuduhan penganiayaan. Salah seorang pengasuh ponpes, Hasanudin, menjelaskan bahwa NI mengalami sakit akibat  jerawat yang ditusuk dengan jarum berkarat.

"Anak ini ada riwayat penyakit ada semacam jerawat di lubang hidungnya," kata Hasanudin.

Hasanudin menambahkan bahwa teman-teman NI sudah memperingatkannya agar tidak menusuk jerawatnya karena akan semakin parah. Namun, NI tidak menghiraukan dan malah semakin memencet jerawatnya dengan tangannya.

"Diingatkan oleh teman-temannya untuk tidak melakukan itu karena takut akan menjadi parah, sudah ditusuk dipencet lagi itu pada Kamis sore," jelas Hasanudin.

Pihak ponpes mempersilakan aparat penegak hukum untuk melakukan investigasi dan menindak tegas pelakunya jika terbukti ada penganiayaan.

"Kami buka pintu lebar-lebar, silakan investigasi dan temukan siapa yang memukul. Kami tidak akan menutup-nutupi oknum demi menjaga nama besar pondok pesantren," tegas Hasanudin.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Tim investigasi sedang mengumpulkan bukti dan keterangan dari berbagai pihak untuk mengungkap kebenarannya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon