ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tangis Pecah, Ibu Afif Maulana: Saya Tidak Ikhlas Pelaku Belum Terungkap

Senin, 5 Agustus 2024 | 12:44 WIB
CS
IC
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: CAH
Pihak keluarga Afif Maulana dan kuasa hukum melakukan audiensi dengan Komisi III DPR RI, Senin 5 Agustus 2024.
Pihak keluarga Afif Maulana dan kuasa hukum melakukan audiensi dengan Komisi III DPR RI, Senin 5 Agustus 2024. (Beritasatu.com/Celvin Sipahutar)

Jakarta, Beritasatu.com - Tangis ibu Afif Maulana, Anggun, pecah saat melakukan audiensi dengan Komisi III DPR, Senin (5/8/2024). Di hadapan anggota parlemen, Anggun begitu mengharapkan kasus yang menimpa anaknya dapat menemui titik terang.

"Saya mohon kepada bapak Komisi III untuk mengusut kasus Afif Maulana seadil-adilnya," kata Anggun.

Pihak keluarga juga meyakini bahwa Afif tewas akibat disiksa polisi. Pihak keluarga pun meminta kepada DPR untuk membantu mengawal kasus ini hingga tuntas dan pelaku penganiayaan dapat ditindak tegas.

ADVERTISEMENT

"Saya tidak ikhlas dan tidak bisa menerima pelaku penganiayaan Afif belum terungkap. Saya memohon pak," ujar Anggun.

Sementara itu, ayah Afif Maulana, Afrinaldi, juga berharap DPR dapat mengawal proses hukum terhadap kasus yang menimpa anaknya hingga tuntas. Apalagi, katanya, polisi terkesan mengulur-ngulur dalam mengusut kasus ini.

"Saksi sudah kami hadirkan, dua orang melihat. Bahkan sampai sekarang belum ditingkatkan kasusnya sampai penyidikan. Minta bantu Pak, tolong bantu kami untuk mengusut," ucap Afrinaldi.

Ayah Afif berharap, kasus kematian anaknya dapat segera menemui titik terang sehingga pihak keluarga mendapatkan keadilan.

"Kalau seandainya pelakunya tidak tertangkap, kami tidak akan tenang pak," ungkapnya.

Diketahui, Komisi III DPR menggelar audiensi dengan keluarga korban Afif Maulana (13), siswa SMP di Padang yang tewas diduga dianiaya polisi. Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPR Habiburokhman.

Dalam audiensi tersebut, pihak keluarga ditemani kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang juga menuntut polisi segera melakukan ekshumasi terhadap jenazah Afif Maulana agar penyebab pasti kematian korban dapat terungkap.

Afif Maulana (13) ditemukan tewas di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang pada 9 Juni 2024. Polda Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan bahwa Afif tewas karena melompat setelah menghindar dari kejaran polisi yang berupaya mencegah terjadinya tawuran pada dini hari itu.

Namun, berdasarkan investigasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, korban diduga meninggal dunia karena disiksa anggota polisi yang sedang patroli.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon