ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

TNI-Polri Kerahkan 115.000 Personel untuk Amankan Pelantikan Prabowo-Gibran

Jumat, 18 Oktober 2024 | 13:58 WIB
MP
NF
Penulis: Maria Gabrielle Putrinda | Editor: NF
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat 18 Oktober 2024.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat 18 Oktober 2024. (Beritasatu.com/Maria Gabrielle Putrinda)

Jakarta, Beritasatu.com - TNI dan Polri telah mengerahkan 115.000 personel untuk mengamankan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Minggu (20/10/2024).

Apel gelar pasukan pengamanan VVIP pelantikan tersebut dilaksanakan di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2024). Apel ini dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

"Pagi ini, kami melaksanakan apel kesiapan untuk pengamanan pelantikan presiden. Jumlah personel dari TNI mencapai 100.000," kata Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kepada awak media setelah apel.

Dalam upaya mengantisipasi potensi ancaman, mitigasi akan dilakukan sebelum, selama, dan setelah pelantikan. TNI berkoordinasi dengan Polri dan satuan intelijen di berbagai wilayah.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, pihaknya akan menyiagakan sniper untuk pengamanan pelantikan.

"Kami kerahkan semua sumber daya untuk pengamanan, terutama VVIP. Untuk ring 1, kami akan menggunakan Paspampres lengkap dengan sniper dan teknologi antidrone. Selain itu, TNI dan kepolisian akan bertanggung jawab untuk ring 2 dan ring 3," jelasnya.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo juga mengungkapkan, Polri telah mengerahkan 15.000 personel yang sudah mulai bertugas, dengan sekitar 2.000 orang hadir dalam apel.

"Pengamanan dibagi menjadi delapan satuan tugas. Kami harus mengantisipasi potensi kegiatan masyarakat, baik yang menyambut pelantikan maupun yang berpotensi melakukan aksi," katanya.

"Terlebih lagi, kami terus memantau kelompok-kelompok yang mungkin akan melaksanakan aksi. TNI dan Polri akan bekerja sama untuk memitigasi dan meminimalkan risiko," tambahnya.

Pengamanan rute juga menjadi fokus pihak berwajib. Operasi pengamanan akan berlangsung hingga 23 Oktober 2024.

"Kami juga mendapatkan informasi mengenai keberangkatan masing-masing menuju DPR atau MPR, yang akan dihadiri oleh masyarakat yang ingin menyambut presiden lama dan presiden baru. Ini menjadi perhatian utama bagi kita semua," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon