ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Anak Penjual Soto Kuliah Gratis di UGM Berkat Pembasmi Rayap Alami

Selasa, 15 Juli 2025 | 10:01 WIB
CN
BW
Penulis: Chandra Adi Nurwidya | Editor: BW
Anyndha Tri Rahmawati bersama orang tua.
Anyndha Tri Rahmawati bersama orang tua. (./Dok UGM)

Yogyakarta, Beritasatu.com – Anyndha Tri Rahmawati, remaja 18 tahun asal Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulonprogo, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah halangan untuk meraih mimpi. Anak dari pasangan Tuginem (49) dan Ngadiman (54), penjual soto di warung kecil pinggir jalan, resmi diterima sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen FEB UGM melalui jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP).

Warung soto yang hanya berukuran seperempat lapangan voli menjadi satu-satunya sumber penghasilan keluarga Nyndha. Dari hasil berjualan, orang tuanya hanya mampu menabung sekitar Rp 1 juta per bulan. Namun, semangat belajar dan dukungan keluarga mengantarkan Nyndha pada pencapaian luar biasa.

Lulusan SMA Negeri 1 Bantul ini tercatat sebagai peringkat ketujuh terbaik di sekolahnya dengan rata-rata nilai 88,2. Tak hanya unggul secara akademik, Nyndha juga aktif berinovasi. Ia meraih medali emas di Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Nasional (FIKSI) 2024, mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta berkat produk inovatif bernama E-Terminator, pembasmi rayap berbahan alami.

ADVERTISEMENT

“Saat itu saya dan teman membuat produk namanya E-Terminator. Itu pembasmi rayap dari bahan alami,” ujarnya di Yogyakarta, Senin (14/7).

Berkat minatnya di bidang kewirausahaan, Nyndha mantap memilih jurusan manajemen di UGM. Awalnya, orang tuanya sempat ragu. Namun, setelah melihat kesungguhan sang anak, mereka akhirnya memberikan dukungan penuh.

Tak hanya lolos SNBP, Nyndha juga mendapat beasiswa UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen, sehingga terbebas dari kewajiban membayar biaya kuliah.

Di mata sang ibu, Tuginem, Nyndha dikenal sebagai pribadi pendiam yang punya tekad kuat. Sejak awal, ia menunjukkan semangat belajar tinggi untuk bisa masuk UGM.

“Perjuangannya berat, apalagi teman-temannya juga pintar dan berprestasi. Namun, dia tidak minder dan membuktikan bahwa dia bisa,” ujar Tuginem bangga.

Meski tak menuntut muluk-muluk, orang tua Nyndha berharap anaknya memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

“Selagi diberi kesempatan dan kemampuan untuk kuliah di UGM, jangan menyerah. Semoga bisa sukses dan bermanfaat bagi nusa, bangsa, dan semua orang,” harapnya.

Menjelang perkuliahan yang dimulai Agustus mendatang, Nyndha tengah mempersiapkan diri. Ia yakin bahwa kerja keras dan keyakinan akan membantunya menghadapi tantangan.

“Jangan takut mencoba dan jangan takut gagal. Kita tidak tahu hasilnya, tetapi yang penting sudah mencoba. Pengalaman itu tidak bisa dibeli dan akan sangat bermanfaat,” tutupnya penuh semangat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon