Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah Warga di Tanggamus
Selasa, 29 Juli 2025 | 17:08 WIB
Tanggamus, Beritasatu.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung memicu bencana banjir dan tanah longsor di lima kecamatan. Dampak banjir menyebabkan ratusan rumah warga, fasilitas pendidikan, lahan pertanian, dan akses jalan penghubung antardesa terendam banjir.
Ketinggian air yang merendam ratusan rumah warga mencapai 70 sentimeter hingga 1 meter.
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus, lima kecamatan yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor yakni, Kecamatan Kota Agung Barat, Kecamatan Wonosobo, Kecamatan Semaka, Kecamatan Kelumbayan dan Kecamatan Bandar Negeri Semuong.
Dari sejumlah desa di lima kecamatan yang terdampak banjir, desa yang terdampak parah banjir bandang, yakni Pekon (Desa) Soponyono, Kecamatan Wonosobo, Desa Negara Batin, Kecamatan Kota Agung Barat, dan Desa Bandar Sukabumi, Kecamatan Bandar Negeri Semuong.
Banjir bandang yang terjadi Desa Negara Batin, Kecamatan Kota Agung Barat mulai terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Di Desa ini, sebanyak 70 rumah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
Banjir di Kecamatan Kota Agung Barat ini disebabkan meluapnya aliran Sungai Way Belu yang tidak mampu menahan debit air dari hulu akibat hujan deras. Selain tidak mampu menampung debit air, Sungai Way Belu meluap hingga ke pemukiman warga karena pinggiran sungai sepanjang 100 meter yang belum dibangun tanggul penahan air.
Tidak hanya merendam puluhan rumah warga, puluhan hektare lahan pertanian warga di Kecamatan Kota Agung Barat juga ikut terendam banjir.
Sementara itu, puluhan rumah warga di Kecamatan Wonosobo dan Kecamatan Bandar Negeri Semuong terendam banjir akibat meluapnya aliran Sungai Way Semuong. Puluhan rumah warga yang terdampak banjir di dua kecamatan tersebut berada berdekatan dengan aliran sungai dan dataran rendah.
Banjir yang terjadi di Kecamatan Wonosobo dan Kecamatan Bandar Negeri Semuong banjir mulai memasuki rumah warga pada Selasa pagi, sekitar pukul 04.30 WIB dengan ketinggian 70 sentimeter hingga satu meter.
Tidak hanya merendam 60 rumah warga, banjir yang terjadi Kecamatan Wonosobo dan Kecamatan Bandar Negeri Semuong menyebabkan puluhan hektare lahan pertanian dan akses jalan warga terendam banjir.
Tidak Ada Korban
Hingga Selasa petang, belum ada laporan adanya korban jiwa dalam Bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus tersebut. Petugas BPBD Tanggamus, Basarnas dan dinas terkait telah dikerahkan ke lokasi banjir untuk membantu warga yang terdampak banjir.
Basarnas Lampung telah mengerahkan sejumlah perahu karet untuk membantu warga yang membutuhkan evakuasi. Jika banjir tidak kunjung surut BPBD akan mendirikan dapur umum. Saat ini BPBD Tanggamus masih melakukan pendataan jumlah total warga yang terdampak banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus, Irvan Wahyudi mengatakan, pihaknya bersama Basarnas dan dinas terkait telah turun ke lokasi banjir untuk memantau langsung kondisi warga yang terdampak banjir.
"Kami dari BPBD, Basarnas, dinas terkait termasuk dinas kesehatan menaruh perhatian dengan bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Tanggamus. Kami telah ke lapangan memantau langsung kondisi banjir untuk menentukan tindakan yang perlu dilakukan," kata Irvan.
Hingga Selasa petang, ketinggian air mulai menurun. Petugas gabungan TNI-Polri, BPBD dan aparatur Desa bersiaga di lokasi banjir untuk membantu warga, termasuk memantau titik-titik rawan terjadinya banjir susulan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




