ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerataan Listrik ke Desa, Gubernur NTT Dorong Pembentukan UPT EBT

Kamis, 31 Juli 2025 | 19:06 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emmanuel Melkiades Laka Lana membahas pembentukan UPT untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan sebagai salah satu sumber daya listrik dalam acara Energi Mineral Festival 2025 di Senayan, Kamis 31 Juli 2025.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emmanuel Melkiades Laka Lana membahas pembentukan UPT untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan sebagai salah satu sumber daya listrik dalam acara Energi Mineral Festival 2025 di Senayan, Kamis 31 Juli 2025. (Beritasatu.com/Rizky Pradita Ananda)

Jakarta, Beritasatu.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emmanuel Melkiades Laka Lana mendorong pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai salah satu sumber daya listrik agar desa-desa di NTT tidak lagi gelap karena minim listrik.

Ia menilai, kehadiran UPT di daerah akan mempermudah koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan serta pengembangan potensi EBT yang ada. Contohnya, saat pengembangan sektor garam di Rote, UPT langsung dibentuk di NTT untuk mempermudah proses tersebut.

ADVERTISEMENT

“Jika EBT dikembangkan dalam skala besar di NTT, pembentukan UPT dinilai menjadi langkah strategis yang akan memperkuat tata kelola dan mempercepat pelaksanaan di lapangan,” ujar Melkiades dalam acara Energi Mineral Festival 2025 di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Kamis (31/7/2025). 

Ia menyampaikan, sejauh ini proses usulan pembentukan UPT EBT di NTT tengah dalam tahap perencanaan. 

“Prosesnya sudah masuk dalam pembahasan di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,” tambahnya. 

Selain infrastruktur kelembagaan, ia menekankan pentingnya menggenjot pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal. Melkiades  mengusulkan agar kampus-kampus negeri maupun swasta di daerah-daerah dengan potensi EBT, termasuk NTT  membuka jurusan khusus energi baru terbarukan.

Bahkan menurutnya, program keahlian serupa juga dinilai penting untuk ditanamkan sejak jenjang pendidikan kejuruan di tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Kalau pendidikan universitas dan SMK memiliki jurusan EBT, harapannya pengembangan sektor ini dapat melibatkan masyarakat lokal secara aktif dan bisa  berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, investasi EBT ke depan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga harus memastikan keterlibatan dan kepemilikan bersama oleh masyarakat, demi mewujudkan industri yang inklusif dan berkelanjutan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bupati Gresik hingga Gubernur NTT Terima Penghargaan di EMF 2025

Bupati Gresik hingga Gubernur NTT Terima Penghargaan di EMF 2025

NUSANTARA
Gubernur NTT Ajak Anak Muda Terlibat Atasi Ketimpangan Akses Energi

Gubernur NTT Ajak Anak Muda Terlibat Atasi Ketimpangan Akses Energi

EKONOMI
Percepat Zero Emission, RUU Energi Baru Terbarukan Harus Dikebut

Percepat Zero Emission, RUU Energi Baru Terbarukan Harus Dikebut

EKONOMI
Bertemu Sri Mulyani, ESDM Sebut Minerba Sumbang Rp 400 T ke Kas Negara

Bertemu Sri Mulyani, ESDM Sebut Minerba Sumbang Rp 400 T ke Kas Negara

EKONOMI
5.400 Desa Belum Teraliri Listrik Jadi Tantangan Kementerian ESDM

5.400 Desa Belum Teraliri Listrik Jadi Tantangan Kementerian ESDM

EKONOMI
EMFEST 2025: ESDM Ingin Harga Listrik Tak Lagi Mahal dalam 5 Tahun

EMFEST 2025: ESDM Ingin Harga Listrik Tak Lagi Mahal dalam 5 Tahun

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon