ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pedagang Bendera dari Jabar Mengais Rezeki di Sangihe

Minggu, 3 Agustus 2025 | 00:23 WIB
JB
BW
Penulis: Jaya Takaliuang Bawole | Editor: BW
Pedagang bendera Merah Putih mulai bermunculan di pusat Kota Tahuna, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, Sabtu 2 Agustus 2025.
Pedagang bendera Merah Putih mulai bermunculan di pusat Kota Tahuna, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, Sabtu 2 Agustus 2025. (Beritasatu.com/Jaya Takaliuang Bawole)

Sangihe, Beritasatu.com – Pedagang bendera Merah Putih asal Jawa Barat (Jabar) mengais rezeki dengan menjajakan dagangannya di Tahuna, Kepulauan Sangihe.

Menjelang peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, suasana di Kota Tahuna, Kepulauan Sangihe, mulai semarak dengan warna merah putih.

Jalanan yang biasanya ramai lalu lintas kini dipenuhi bendera yang berkibar di tepi jalan. Di balik semarak itu, ada kisah pedagang musiman yang berjuang menyambut momen bersejarah ini.

ADVERTISEMENT

Hajat Sutrajat, pedagang asal Jawa Barat, telah hampir seminggu berjualan bendera di pusat Kota Tahuna. Dengan lapak sederhana berupa meja kayu dan gantungan tali, ia menawarkan puluhan bendera berbagai ukuran.

“Saya mulai berjualan sejak 28 Juli. Harga bendera mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 50.000, tergantung ukuran,” ujar Hajat, Sabtu (2/8/2025).

Pedagang lainnya, Heru, datang jauh-jauh dari Bandung, Jabar. Baginya, menjual bendera bukan sekadar bisnis musiman, tetapi juga wujud semangat nasionalisme.

“Kami ingin masyarakat makin antusias merayakan kemerdekaan. Bendera merah putih ini simbol cinta Tanah Air. Semoga makin banyak yang membelinya,” kata Heru dengan penuh harap.

Meski panas terik menyengat dan omzet belum ramai, semangat para pedagang tidak surut. Mereka sabar menunggu pembeli yang biasanya ramai mendekati 17 Agustus.

“Kadang kami harus sabar, biasanya pembeli ramai mendekati tanggal 17 Agustus,” tambah Hajat.

Bagi para pedagang ini, bendera bukan hanya sehelai kain, melainkan simbol perjuangan, kebanggaan, dan pengingat pengorbanan para pahlawan. Melihat bendera merah putih berkibar di jalanan Tahuna menjadi kebahagiaan tersendiri, meski hasil penjualan belum memuaskan.

“Yang penting kami bisa ikut memeriahkan perayaan kemerdekaan, sambil mencari rezeki,” tutur Heru dengan senyum optimis.

Di tengah hiruk-pikuk kota dan sepinya pembeli, para pedagang musiman ini tetap setia menjaga semarak merah putih, memastikan semangat kemerdekaan terus berkibar di hati masyarakat Sangihe.


 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Fenomena One Piece Turunkan Omzet Pedagang Merah Putih di Tangerang

Fenomena One Piece Turunkan Omzet Pedagang Merah Putih di Tangerang

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon