ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Antisipasi Karhutla, Cuaca di Jambi Dimodifikasi hingga 19 Agustus

Rabu, 13 Agustus 2025 | 10:39 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi.
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi. (Antara/BPBD Jambi)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Provinsi Jambi selama 10 hari hingga 19 Agustus 2025, untuk mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan (karhutla). 

OMC dilakukan dalam rangka mengantisipasi dan menekan risiko kebakaran dengan meningkatkan curah hujan di wilayah rawan, menambah kelembapan tanah, serta menekan potensi penyebaran api, terutama di area gambut yang kritis.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan kebakaran yang terjadi pada lahan gambut dengan kedalaman tertentu, sangat sulit untuk dipadamkan apabila hanya melalui upaya operasi darat. 

ADVERTISEMENT

Satu-satunya cara yang paling efektif untuk dapat memadamkan titik kebakaran pada lahan gambut adalah dengan siraman air hujan yang dapat dimaksimalkan melalui upaya OMC.

“Penerbangan penyemaian awan pada kegiatan OMC periode 9–19 Agustus 2025 telah mulai dilaksanakan dari tanggal 10 Agustus 2025. Sebanyak dua sorti dengan total 1.600 kilogram dilakukan di wilayah timur Jambi, di antaranya Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Batanghari, dan Kabupaten Muaro Jambi,” kata Seto dalam keterangannya dikutip, Rabu (13/8/2025).

Berdasarkan hasil monitoring tinggi muka air tanah (TMAT) pada lahan gambut di Jambi pada 10 Agustus 2025, kondisi saat ini masih menunjukkan adanya potensi tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Hasil pemantauan alat ukur TMAT yang tersebar di sisi Timur Jambi, sekitar 30% area dalam kategori aman pada kisaran 0 hingga minus 40 sentimeter (cm) pada 10 Agustus 2025. Sementara sisanya merupakan wilayah dengan nilai TMAT kurang dari -40 cm.

Lebih terperinci, sekitar 60% area berada pada kisaran -40 hingga -60 cm (kategori rawan kebakaran, kelembapan tanah mulai rendah), sekitar 9% area berada pada kisaran -60 hingga -80 cm (kategori sangat rawan kebakaran), dan sekitar 1% area berada di bawah -80 cm (kategori kritis, sangat mudah terbakar).

Sementara itu, Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca Edison Kurniawan menjelaskan kondisi TMAT ini mengindikasikan sebagian besar lahan gambut di Jambi mengalami penurunan muka air tanah yang signifikan. Akibatnya, vegetasi dan lapisan gambut menjadi kering dan mudah terbakar.

Berdasarkan data satelit pemantauan hotspot per 9 Agustus 2025, terdeteksi 14 titik panas dengan kepercayaan rendah–sedang di wilayah Provinsi Jambi. Beberapa wilayah dengan sebaran tertinggi di antaranya, Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Barat.

“Peningkatan jumlah titik api ini sejalan dengan kondisi TMAT yang masih terpantau rendah di beberapa lokasi,” ujar Edison.

Lebih lanjut, BMKG memprediksi hingga 14 Agustus 2025, masih ada peluang pembentukan awan hujan di beberapa wilayah Provinsi Jambi. Hal ini sangat mendukung efektivitas pelaksanaan OMC karena peluang keberhasilan akan lebih tinggi ketika awan potensial masih tersedia.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, BMKG terus melakukan upaya penanganan bencana asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui koordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hasilnya, terbukti ampuh menurunkan jumlah titik api di sejumlah provinsi yang kerap terdampak bencana karhutla. 

Tri Handoko Seto menegaskan hasil ini tidak lepas dari langkah dini sejak sebelum terjadinya bencana asap karhutla secara masif.

“OMC menjadi salah satu penanggulangan bencana asap karhutla yang paling efektif karena dapat langsung mematikan nyala api, penyebab munculnya kabut asap,” tandas Seto

Diketahui, OMC di Jambi sebelumnya telah dilakukan dalam dua periode, yakni pada 1-10 Juli 2025 dan 25-31 Juli 2025. Kedua operasi ini berhasil mengurangi jumlah titik api di Jambi dan sekitarnya.

Kegiatan operasi modifikasi cuaca ini didukung oleh TNI AU dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang dengan mengerahkan armada pesawat CASA 212-200 beserta 11 kru pesawat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemprov Jakarta Bersiap Modifikasi Cuaca Hadapi Ancaman El Nino

Pemprov Jakarta Bersiap Modifikasi Cuaca Hadapi Ancaman El Nino

JAKARTA
Indonesia Belajar Prediksi Cuaca Pakai AI dari Jepang

Indonesia Belajar Prediksi Cuaca Pakai AI dari Jepang

OTOTEKNO
Hadapi El Nino, Menteri PU Siapkan Hujan Buatan dan Pompanisasi

Hadapi El Nino, Menteri PU Siapkan Hujan Buatan dan Pompanisasi

NASIONAL
Cegah Pemudik Kehujanan, BMKG–BPBD Jatim Modifikasi Cuaca

Cegah Pemudik Kehujanan, BMKG–BPBD Jatim Modifikasi Cuaca

JAWA TIMUR
Modifikasi Cuaca Disebut Berbahaya, BMKG Beri Penjelasan Ilmiah

Modifikasi Cuaca Disebut Berbahaya, BMKG Beri Penjelasan Ilmiah

NASIONAL
BMKG Ungkap Peran Modifikasi Cuaca dalam Mitigasi Banjir Jabodetabek

BMKG Ungkap Peran Modifikasi Cuaca dalam Mitigasi Banjir Jabodetabek

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon