ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dari Aceh hingga Papua, 351 Penari Latihan Intensif Broadway Nusantara

Kamis, 14 Agustus 2025 | 16:40 WIB
CN
BW
Penulis: Chandra Adi Nurwidya | Editor: BW
Sebanyak 351 penari dari Aceh hingga Papua mengikuti latihan intensif menjelang pergelaran besar bertajuk Sabang Merauke The Indonesian Broadway Hikayat Nusantara, Kamis 14 Agustus 2025.
Sebanyak 351 penari dari Aceh hingga Papua mengikuti latihan intensif menjelang pergelaran besar bertajuk Sabang Merauke The Indonesian Broadway Hikayat Nusantara, Kamis 14 Agustus 2025. (Beritasatu.com/Chandra Adi Nurwidya)

Yogyakarta, Beritasatu.com – Sebanyak 351 penari dari Aceh hingga Papua mengikuti latihan intensif menjelang pergelaran besar bertajuk Sabang Merauke The Indonesian Broadway Hikayat Nusantara yang mengusung kekayaan seni dan budaya Indonesia dengan standar artistik kelas dunia.

Latihan ini merupakan puncak dari proses kreatif selama 12 bulan, mencakup pembuatan konsep, riset budaya, pemilihan musik, desain artistik, pembuatan kostum, hingga karantina latihan hampir tiga bulan.

Pertunjukan akan memadukan ratusan tarian tradisional dan kontemporer, diiringi musik kolaboratif yang menggabungkan instrumen tradisional seperti gamelan, talempong, tifa, dan sasando dengan orkestra langsung oleh Jakarta Concert Orchestra di bawah pimpinan Maestro Avip Priatna Mag Art.

ADVERTISEMENT

Musik dikemas oleh Music Director Elwin Hendrijanto dan penata musik tradisional Dunung Basuki, dengan dukungan paduan suara Batavia Madrigal Singers dan The Resonanz Children’s Choir.

Deretan penyanyi papan atas seperti Yura Yunita, Padi Reborn, Christine Tambunan, dan Mirabeth Sonia akan memberikan penampilan vokal secara langsung.

Sutradara Rusmedie Agus menyampaikan, pertunjukan ini memadukan seluruh unsur konsep, cerita, musik, koreografi, dan kostum, menjadi satu kesatuan yang menarik sekaligus menantang.

“Latihan ini adalah bukti dedikasi seluruh seniman dan tim kreatif. Dari penari, penyanyi, pelakon, desainer, hingga kru belakang panggung, semua bersatu menghadirkan karya yang membangkitkan rasa bangga akan identitas bangsa,” ujarnya.

Lead koreografer Sandhidea Cahyo Narpati menambahkan, latihan terakhir ini menjadi momen refleksi para koreografer untuk memastikan setiap gerakan di masing-masing adegan terjalin harmonis sesuai pesan sutradara.

“Selama hampir 3 bulan, semua penari makin menikmati setiap pementasan dengan percaya diri, energi, dan kebanggaan untuk menampilkan yang terbaik,” kata Sandhidea.

Dari sisi visual, kemegahan panggung diperkuat dengan busana rancangan 19 desainer papan atas seperti Chossy Lattu, Ghea Panggabean, Didi Budiardjo, Iwan Tirta, Ivan Gunawan, Sebastian Gunawan, hingga Mel Ahyar.

Priyo Oktaviano sebagai lead fashion designer dan Anggoro Kancil sebagai lead traditional costume memastikan desain mempertahankan keotentikan daerah dengan sentuhan kreatif yang mendukung alur cerita.

Kostum karakter dari Jember Fashion Carnaval dan Pesona Gondanglegi turut memperkuat adegan-adegan ikonik. Lebih dari 800 set kostum penari dan 40 set kostum khusus penyanyi merepresentasikan keberagaman budaya dari Sabang sampai Merauke.

Tri Anggoro dari Kancil Art menegaskan, setiap motif, ornamen, dan potongan kostum dirancang melalui riset budaya mendalam dan dibuat fleksibel mengikuti gerak tari, sehingga mampu memancarkan kebanggaan Indonesia di panggung internasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ratusan Penari Siap Ramaikan Panggung Kolosal Sabang Merauke 2025

Ratusan Penari Siap Ramaikan Panggung Kolosal Sabang Merauke 2025

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon