Lestarikan Budaya Maritim Suku Mandar, Sulbar Gelar Sandeq Silumba
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 08:20 WIB
Polewali Mandar, Beritasatu.com – Sebanyak 55 perahu mengikuti lomba perahu layar tradisional Sandeq Silumba 2025 di Pantai Bahari, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).
Ajang Sandeq Silumba ini digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 RI dengan tujuan melestarikan warisan budaya suku Mandar.
Lomba perahu ditandai dengan tembakan flare gun ke udara oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka. Kegiatan ini menjadi tontonan sekaligus hiburan bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang sengaja datang menyaksikan perlombaan.
Peserta lomba akan melintasi sejumlah daerah di Sulawesi Barat. Pada etape pertama, mereka beradu kecepatan dari Pantai Bahari menuju Pantai Pamboang, Kabupaten Majene.
Selanjutnya, jalur ditempuh dari Pantai Pamboang menuju Banua Sendana, Pantai Deking Majene, Pantai Manakarra Kabupaten Mamuju, hingga finis di Pulau Karampuang.
Sepanjang perlombaan, para peserta dihadapkan pada tantangan laut serta panorama alam Sulbar yang memukau selama 5 hari perjalanan.
Sandeq Silumba 2025 bukan hanya menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi juga sarana mempromosikan kekayaan budaya dan keindahan alam Sulbar ke tingkat nasional maupun internasional. Puncak kegiatan rencananya akan dihadiri wakil menteri Pariwisata untuk menyaksikan langsung jalannya kompetisi.
Gubernur Suhardi Duka menegaskan bahwa pelaksanaan Sandeq Silumba tahun ini bukan hanya menjaga kelestarian budaya leluhur, tetapi juga memberi dampak positif di berbagai sektor.
“Hari ini kita sukses melepas 55 Sandeq Silumba dalam dua kali pelepasan supaya mereka tidak bertemu. Kita sukses menjaga warisan budaya leluhur, menjadikan momen ini sebagai wisata, dan saya lihat juga berdampak pada peningkatan UMKM,” kata Suhardi Duka.
Menurutnya, kegiatan ini memberi tiga manfaat sekaligus, yakni pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, dan penguatan ekonomi lokal.
“Insyaallah kegiatan ini akan terus berlangsung hingga 26 Agustus mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan, Sandeq Silumba juga merupakan bagian dari upaya Pemprov Sulbar dalam memperingati HUT ke-80 RI.
“Saya kira ini harus kita jaga dengan baik supaya kelestarian budaya tetap terpelihara. Tahun depan kita akan berkolaborasi dengan tiga kabupaten. Pemprov hanya memfasilitasi,” jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




