Anggota Polsek di NTB Tewas, Polisi Temukan Indikasi Kekerasan
Jumat, 29 Agustus 2025 | 17:01 WIB
Mataram, Beritasatu.com – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) terus mendalami kasus kematian seorang anggota polisi yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Dari hasil autopsi sementara, terdapat dugaan kuat adanya unsur penganiayaan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat, menegaskan pihaknya masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk memastikan penyebab kematian. Menurutnya, penyelidikan dilakukan secara maksimal karena kasus ini mendapat perhatian publik, apalagi melibatkan anggota kepolisian sebagai korban.
“Semalam kami baru menerima hasil awal, hari ini kita analisis kesesuaian keterangan saksi dengan data dari hand phone korban. Kalau dari hasil autopsi memang ada dugaan kekerasan atau penganiayaan yang menyebabkan kematian. Untuk dugaan pembunuhan berencana masih kami dalami,” kata Syarif, Jumat (29/8/2025).
Polisi kini memprioritaskan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta melakukan analisis terhadap hand phone korban dan orang-orang terdekatnya. Namun, kata Syarif, kendala teknis muncul karena ponsel korban tidak dapat diakses sehingga membutuhkan bantuan laboratorium forensik.
“HP korban tidak bisa dibuka, sehingga kita minta bantuan labfor. Sampel sudah kita kirim ke Labfor Bali, tetapi karena keterbatasan alat akhirnya diteruskan ke Bareskrim Polri di Jakarta. Mudah-mudahan dari sana ada titik terang,” jelasnya.
Selain itu, polisi juga menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk mencari barang bukti tambahan. Termasuk, mendengarkan kesaksian dari pihak keluarga yang pertama kali menemukan korban, yakni paman dan mertuanya.
Syarif menegaskan, hingga saat ini pihak keluarga, termasuk istri dan mertua korban, tidak mengalami penahanan. Mereka hanya dimintai keterangan dalam proses penyidikan.
“Tidak ada penahanan. Mereka hanya diperiksa untuk dimintai keterangan. Saat kejadian, istri dan mertua tidak berada di rumah. Jadi masih proses pendalaman,” ujarnya.
Polisi juga mengungkap fakta baru terkait aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal. Diketahui, korban yang bertugas di salah satu polsek di NTB sebelumnya sempat izin kepada rekan piketnya untuk menjenguk orang tuanya yang sakit. Namun, bukannya menuju kantor polisi, korban pulang ke rumahnya.
“Korban ini sebelum kejadian tidak langsung ke polsek. Dia piket, tetapi izin ke teman-teman piket untuk menjenguk orang tuanya yang sakit. Itu yang sedang kita dalami juga,” jelas Syarif.
Kasus ini mendapat atensi tinggi dari Polda NTB. Syarif menegaskan, pihaknya akan bersinergi dengan polres setempat untuk mengungkap fakta sebenarnya. Ia berharap, hasil laboratorium forensik serta analisis digital bisa menjadi titik terang penyelidikan.
“Semoga apa yang kita lakukan ini segera menemukan titik terang. Yakinlah, kami akan maksimal. Polres dan polda bersinergi untuk mengungkap kasus ini karena ini perhatian publik, terlebih korbannya adalah anggota Polri,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




