BPBD: Tim SAR Masih Cari Korban Hilang Banjir Bandang di Nagekeo
Sabtu, 13 September 2025 | 03:17 WIB
Kupang, Beritasatu.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait masih melakukan penanganan darurat pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak Senin (8/9/2025).
Pemerintah melalui Kementerian Sosial juga Pemda NTT juga mengirimkan bantuan logistik dan tim pendamping untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Hingga saat ini tercatat lima orang meninggal dunia, tiga orang hilang, tiga orang luka-luka, dan 30 warga mengungsi sementara waktu.
“Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap warga yang dinyatakan hilang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPBAbdul Muhari dalam keterangan tertulis, Jumat (12/9/2025).
Bencana banjir bandang tersebut berdampak pada 14 desa di tiga kecamatan, yakni Mauponggo, Nangaroro, dan Boawae. Selain menelan korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan satu rumah hanyut, satu rumah rusak berat, dua kantor, dua jembatan, serta tiga ruas jalan utama.
Upaya perbaikan akses jalan terus dilakukan. Dua titik kerusakan di Kecamatan Mauponggo sudah berhasil dibersihkan, sementara tiga titik lain masih dalam proses penanganan.
“Perbaikan akses jalan ini sangat membantu percepatan distribusi bantuan dan penanganan darurat,” ujar Abdul.
Pemerintah Kabupaten Nagekeo telah menetapkan status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem mulai 9 hingga 30 September 2025. Untuk mendukung penanganan, BPBD Provinsi NTT mengirimkan bantuan logistik melalui jalur laut, berupa selimut, matras, peralatan masak, hygiene kit, kasur lipat, velbed, peralatan kebersihan, biskuit protein anak, serta tenda keluarga.
BNPB juga menyalurkan dukungan berupa 200 paket sembako, 100 paket makanan siap saji, 50 paket sandang-pangan, 30 paket perlengkapan bayi, senter, gergaji mesin, genset, dan tenda pengungsi.
“BNPB menyiapkan bantuan dana siap pakai serta tambahan logistik sesuai kebutuhan lapangan,” tegas Abdul.
Banjir bandang terjadi setelah hujan lebat mengguyur Nagekeo sejak 7 hingga 8 September 2025. Air bah bermula dari wilayah pegunungan di Kecamatan Mauponggo dan meluas hingga ke daerah yang lebih rendah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




