Rusuh di Yalimo Papua Pegunungan, Puluhan Bangunan Dibakar
Rabu, 17 September 2025 | 19:40 WIB
Yalimo, Beritasatu.com – Puluhan rumah dan kendaraan bermotor dibakar massa di Distrik Elelim, Ibu kota Kabupaten Yalimo, Selasa (16/9/2025). Pembakaran dipicu akibat ucapan rasis yang diduga dilakukan oleh salah satu siswa kepada temannya saat berdebat di sekolah.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengaku peristiwa bermula dari insiden di lingkungan sekolah saat proses pembelajaran berlangsung. Salah satu siswa berinisial AB, diduga mengeluarkan ujaran rasis yang menyinggung temannya yang juga merupakan siswa di kelas tersebut.
"Ucapan ini memicu reaksi negatif dari beberapa siswa yang kemudian melakukan pemukulan terhadap AB," ujar Kombes Cahyo, Rabu (17/9/2025).
Menurutnya, atas peristiwa tersebut pihak sekolah telah memanggil kedua siswa yang berseteru dan berusaha menyelesaikan kasus tersebut di ruang guru, tetapi ketegangan tidak mereda.
"Bukannya mereda malahan sejumlah siswa dan masyarakat setempat yang merasa terpancing oleh ucapan tersebut turut serta dalam aksi penganiayaan terhadap murid AB, bahkan menyerang guru yang berusaha melerai," beber Kombes Cahyo.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi untuk mengamankan situasi malah diserang massa yang terus bertambah.
"Massa kemudian melakukan pembakaran terhadap kios yang diduga milik orang tua siswa AB. Api merembet ke mess perwira dan asrama Polres Yalimo," ungkapnya.
Kerugian Materiel
Berdasarkan data dari Polda Papua, kericuhan tersebut membuat 30 bangunan yang terdiri dari rumah, kios warga dan mess perwira Polres Yalimo rusak dibakar massa, Selain itu puluhan kendaraan motor dan mobil, termasuk truk logistik hangus terbakar.
Akibat kericuhan ini ratusan warga non Papua yang tinggal di Distrik Elelim dan sekitarnya memilih untuk mengungsi ke sejumlah pos keamanan Polri. Pengungsi bahkan menyebar hingga ke Polres Jayawijaya di Kabupaten Jayawijaya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Yalimo.
"Data yang kami peroleh hingga kini terdapat 350 orang masih bertahan di Polres Yalimo, lalu sebanyak 35 keluarga di Polres Jayawijaya dan puluhan warga menyebar di pos keamanan setempat," jelas Kombes Cahyo.
Dari kerusuhan ini, lima aparat keamanan dan 18 warga sipil terluka dan kini dirawat di RSUD Yalimo, RSUD Wamena, dan RS Bhayangkara Jayapura.
"Di RS Bhayangkara terdapat tujuh korban kerusuhan, salah satunya adalah seorang bayi berusia tiga bulan yang mengalami hipotermia dan dehidrasi setelah diselamatkan dari sungai. Saat kejadian, bayi ini digendong oleh ibunya melintasi sungai untuk menyelamatkan diri dari kerusuhan. Lalu sang ibu sempat tercebur ke sungai dan diselamatkan warga karena seluruh badan ibu dan si bayi basah, maka bayinya mengalami hipotermia dan dehidrasi,” jelasnya.
Selain itu di RS Bhayangkara juga dievakuasi seorang anak berumur sembilan tahun yang mengalami luka serius di kepala dan tangan.
Guna menjaga keamanan di Elelim, Polda Papua telah menggeser empat satuan setingkat pleton (SST) yakni 2 SST dari Brimob Jayawijaya dan 2 SST dari Brimob Polda Papua.
“Aparat keamanan bersama pemerintah terus berkolaborasi dengan tokoh adat, agama, perempuan dan pemuda mencegah agar potensi konflik di Yalimo tak meluas. Sampai saat ini, situasi di Yalimo mulai pulih,” tutup Kombes Cahyo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




