300 Hektare Sawah di Poso Kering Akibat Bendungan Jebol
Selasa, 11 November 2025 | 17:09 WIB
Poso, Beritasatu.com — Ratusan hektare lahan pertanian di Desa Bakti Agung, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kini mengering akibat jebolnya bendungan di Desa Tambarana.
Kepala Desa Bakti Agung Joko Prabowo mengatakan kerusakan bendungan membuat petani tidak bisa lagi menanam padi. Lahan produktif yang dahulu menjadi sumber pangan utama kini berubah menjadi tanah tandus.
“Akibat kekeringan bertahun-tahun, warga kami kesulitan menanam padi di lahan sawah yang mengering karena jebolnya bendungan air di Desa Tambarana,” kata Joko Prabowo. Selasa (11/11/2025).
Desa Bakti Agung sebelumnya dikenal sebagai lumbung padi di wilayah Poso, dengan produksi mencapai ratusan ton per tahun. Namun kini, sebagian besar sawah telah dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan komoditas yang lebih tahan kekeringan seperti kakao, durian montong, dan sayuran.
Upaya perbaikan bendungan pernah dilakukan dua kali oleh balai provinsi, tetapi tidak bertahan lama. Bangunan kembali jebol saat banjir besar menerjang, meninggalkan lahan seluas 300 hektare tanpa pasokan air irigasi.
Pemerintah Desa Bakti Agung meminta Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid untuk turun langsung meninjau lokasi dan memberikan solusi permanen.
“Kami berharap gubernur memberi perhatian khusus dan menurunkan tim teknis untuk mengecek kondisi kami,” ujar Joko.
Joko menyebut, keluhan warga terkait kekeringan sudah pernah disampaikan langsung kepada Anwar Hafid saat masih menjabat sebagai calon gubernur pada masa kampanye di desa tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




