ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Begini Nasib Pendidikan di Gayo Lues Aceh Pascabencana Banjir Longsor

Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:42 WIB
A
SM
Penulis: Almujawadin | Editor: SMR
Sekolah tertimbun tanah berlumpur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Gayo Lues, Aceh.
Sekolah tertimbun tanah berlumpur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Gayo Lues, Aceh. (Beritasatu.com/Humas Pemerintah Aceh)

Gayo Lues, Beritasatu.com - Pemerintah memastikan proses belajar mengajar (PBM) di Kabupaten Gayo Lues, Aceh tetap berlangsung dengan segala keterbatasan, karena wilayah tersebut masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Basri mengatakan secara umum aktivitas pendidikan pada jenjang SMA, SMK, dan sekolah luar biasa (SLB) berjalan lancar pascabencana pada akhir November 2025. 

Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat sekolah yang membutuhkan penanganan khusus. Salah satunya, adalah SMAN 1 Pining, yang mengalami dampak terberat akibat banjir dan longsor. Sekolah tersebut sempat tertimbun lumpur dan material pasir, serta akses dari gampong ke lokasi sekolah terputus.

ADVERTISEMENT

“Untuk SMAN 1 Pining, proses belajar mengajar dilaksanakan dalam kondisi khusus karena dampak bencana cukup berat. Namun, pemerintah terus berupaya agar layanan pendidikan tetap berlangsung,” kata Basri, Sabtu (24/1/2026).

Menurutnya, dari total 21 sekolah SMA, SMK, dan SLB di Gayo Lues, sebanyak 210 siswa terdampak langsung bencana. Sebagian di antaranya kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah berat, sehingga membutuhkan bantuan berupa seragam sekolah, sepatu, buku, dan perlengkapan belajar lainnya.

Sebagai bagian dari percepatan pemulihan, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan dan penyaluran bantuan pendidikan, agar tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses pembelajaran.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di Aceh untuk memanfaatkan persetujuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait fleksibilitas penggunaan dana bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP) 2026 bagi sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi.

“Kebutuhan pendukung pembelajaran di sekolah kami dorong untuk dipenuhi dengan memaksimalkan penggunaan dana BOSP, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan optimal di tengah keterbatasan infrastruktur,” ujar Murthalamuddin.

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus menjadikannya bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana. 

“Ini menjadi perhatian serius kami. Pendidikan harus tetap berjalan dan menjadi sumber optimisme bagi masyarakat,” katanya.

Pemerintah berharap, melalui semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, dunia pendidikan di Gayo Lues dapat segera pulih dan bangkit pascabencana.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

5 Desa Terisolasi, Pemkab Gayo Lues Buka Jalur Alternatif Darurat

5 Desa Terisolasi, Pemkab Gayo Lues Buka Jalur Alternatif Darurat

NUSANTARA
46 Hari Pengungsi di Gayo Lues Bertahan di Bawah Tenda Darurat

46 Hari Pengungsi di Gayo Lues Bertahan di Bawah Tenda Darurat

NUSANTARA
3 Desa Pining Aceh Terisolasi, Relawan Brimob Sumsel Terobos Longsor

3 Desa Pining Aceh Terisolasi, Relawan Brimob Sumsel Terobos Longsor

NUSANTARA
Demi Belajar, Siswa SMA Pining Bersihkan Sekolah Terendam Banjir

Demi Belajar, Siswa SMA Pining Bersihkan Sekolah Terendam Banjir

NUSANTARA
BNPB Pastikan 3.051 Huntara di Gayo Lues Siap Jelang Puasa

BNPB Pastikan 3.051 Huntara di Gayo Lues Siap Jelang Puasa

NASIONAL
Menteri PU Janji Bangun Infrastruktur Rusak Tanpa Lihat Kewenangan

Menteri PU Janji Bangun Infrastruktur Rusak Tanpa Lihat Kewenangan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon