ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

2 Gempa Guncang DIY, Gunung Merapi Masih dalam Kondisi Stabil

Selasa, 27 Januari 2026 | 18:11 WIB
CN
JS
Penulis: Chandra Adi Nurwidya | Editor: JJS
Ilustrasi Gunung Merapi.
Ilustrasi Gunung Merapi. (Beritasatu.com/Chandra Adi Nurwidya)

Sleman, Beritasatu.com - Gempa bumi dirasakan masyarakat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak berdampak terhadap peningkatan aktivitas Gunung Merapi. 

Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan, kondisi Merapi masih stabil berdasarkan hasil pemantauan terkini.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menyampaikan, gempa bumi tersebut turut dirasakan hingga Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan, Magelang, dan terekam oleh seluruh sistem pemantauan kegempaan Merapi.

ADVERTISEMENT

“Hari ini masyarakat merasakan dua kali gempa tektonik. Stasiun pemantauan kegempaan di Gunung Merapi juga merekam kejadian tersebut. Sampai dengan saat ini tidak ada tanda-tanda peningkatan aktivitas Gunung Merapi, baik dari parameter pemantauan kegempaan maupun deformasi,” kata Agus Budi Santoso kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).

Ia menambahkan, pemantauan deformasi menggunakan teknologi ground-based interferometric synthetic aperture radar (GB InSAR) di Stasiun Turgo dan Babadan juga tidak menunjukkan adanya anomali data pascagempa. 

Hal tersebut mengindikasikan tidak adanya perubahan signifikan pada tubuh gunung api akibat guncangan gempa tektonik. Meski demikian, status aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

BPPTKG mengingatkan, masyarakat untuk tetap mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan demi keselamatan bersama.

Ia menjelaskan, potensi bahaya Merapi saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas guguran yang berpotensi mengarah ke sektor selatan–barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer dari puncak.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung dan kondisi ini dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” ujarnya.

BPPTKG juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan rawan bahaya, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.

Selain itu, warga diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi.

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gempa Guncang Yogyakarta, KAI Hentikan Sementara 17 Perjalanan KA

Gempa Guncang Yogyakarta, KAI Hentikan Sementara 17 Perjalanan KA

NUSANTARA
BMKG: Gempa Bumi di Bantul Jenis Gempa Dangkal

BMKG: Gempa Bumi di Bantul Jenis Gempa Dangkal

NUSANTARA
Bantul Diterpa 22 Kali Gempa Susulan, Warga Wajib Waspada

Bantul Diterpa 22 Kali Gempa Susulan, Warga Wajib Waspada

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon