ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Endapan Vulkanik Jadi Pemicu Utama Longsor Masif di Aceh Tengah

Rabu, 4 Februari 2026 | 20:17 WIB
WM
HK
Penulis: Wahyu Majiah | Editor: HYK
ESDM Aceh mencatat perluasan longsor di Ketol hingga 30.000 m2. Ahli geologi peringatkan bahaya endapan vulkanik dan gempa pemicu.
ESDM Aceh mencatat perluasan longsor di Ketol hingga 30.000 m2. Ahli geologi peringatkan bahaya endapan vulkanik dan gempa pemicu. (Beritasatu.com/Wahyu Majiah)

Banda Aceh, Beritasatu.com — Fenomena gerakan tanah di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, mengalami perluasan yang mengkhawatirkan. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh melaporkan bahwa luasan area terdampak longsor telah mencapai 30.000 meter persegi pada Februari 2026, melonjak tiga kali lipat dibandingkan tahun 2021 yang hanya seluas 10.000 meter persegi.

Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Aceh, Ikhlas, mengungkapkan bahwa wilayah tersebut menghadapi ancaman gerakan tanah lambat yang sangat dipengaruhi oleh struktur geologi setempat.

Penyebab Teknis: Formasi Geureudong

Material penyusun lereng di Ketol didominasi oleh endapan vulkanik dari Formasi Geureudong. Karakteristik tanah ini bersifat lepas dan sangat poros, sehingga mudah menyerap air namun kehilangan daya ikat saat jenuh.

"Kemiringan lereng di lokasi sangat terjal hingga 80 derajat dengan kedalaman zona gerakan mencapai 50 meter. Kondisi ini dipicu oleh sistem drainase yang tidak kedap air serta beban tanah yang meningkat akibat hujan dan riwayat gempa bumi," jelas Ikhlas, Rabu (4/2/2026).

ADVERTISEMENT

Analisis Pakar: Ancaman Tanpa Hujan

Pakar Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (USK) Prof Dr Nazli Ismail menambahkan, dominasi pasir hasil letusan gunung api yang belum terkonsolidasi menjadi batuan padat membuat risiko longsor tetap tinggi meski tanpa hujan lebat.

"Air tanah terus mengalir ke daerah rendah, melemahkan daya ikat secara konstan. Bahkan getaran kendaraan di sekitar lokasi bisa menjadi pemicu tambahan runtuhnya material," ujar Prof Nazli.

Langkah Mitigasi dan Rekomendasi

Guna menekan risiko jatuhnya korban jiwa dan meluasnya kerusakan, pemerintah merekomendasikan beberapa langkah strategis:

Jenis MitigasiTindakan yang Direkomendasikan
StrukturalPembangunan tanggul penahan dan sistem drainase kedap air.
Non-StrukturalReboisasi dengan tanaman berakar kuat dan pemantauan pergerakan tanah.
TeknologiPemasangan sistem peringatan dini (Early Warning System) berbasis sensor retakan.
KebijakanPembatasan aktivitas warga di area lembah dan zona rawan.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjauhi lokasi longsoran, terutama saat musim hujan atau setelah terjadinya aktivitas seismik (gempa).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon