ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Anak SMP Gantung Diri di Penajam Dipicu Bullying

Sabtu, 14 Februari 2026 | 14:17 WIB
S
S
Penulis: Sukarjito | Editor: JTO
Ilustrasi media sosial.
Ilustrasi media sosial. (Freepik/Pikisuperstar)

Penajam, Beritasatu.com - Dugaan perundungan (bullying) mencuat di balik kematian siswi SMP berusia 14 tahun di Kecamatan Babulu Darat, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Korban sebelumnya diketahui aktif di media sosial sebelum ditemukan meninggal gantung diri di rumah.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini mendapatkan laporan dugaan bullying di balik perstiwa tersebut. Ia menegaskan bullying baik di sekolah maupun dunia digital, kerap menjadi pemicu tekanan psikologis anak.

Bullying, termasuk cyberbullying, bisa berdampak serius pada kesehatan mental anak. Tekanan yang terus-menerus bisa membuat anak merasa terisolasi dan tidak berdaya,” kata Diyah saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Sabtu (14/2/2026).

ADVERTISEMENT

Diyah menegaskan sekolah dan orang tua tidak boleh menganggap perundungan sebagai kenakalan biasa. Menurutnya, perubahan perilaku anak, menarik diri, atau aktivitas media sosial yang tidak wajar perlu menjadi alarm dini.

“Anak-anak sering tidak berani bercerita. Di sinilah peran orang dewasa untuk membuka komunikasi dan memastikan ada sistem pelaporan yang aman,” ujarnya.

KPAI juga mendorong pihak sekolah melakukan evaluasi lingkungan belajar dan memperkuat program pencegahan bullying. Selain itu, layanan konseling dan pendampingan psikologis bagi siswa dinilai mendesak.

“Pencegahan bullying harus sistemik, bukan hanya reaktif setelah tragedi terjadi,” tegas Diyah.

Sementara itu, polisi masih mendalami latar belakang peristiwa tersebut, termasuk jejak komunikasi korban di media sosial dan lingkungan pergaulannya.

Disclaimer: Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis, perasaan putus asa, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional. Anda bisa menghubungi layanan konseling, psikolog, atau fasilitas kesehatan terdekat. Di Indonesia, layanan kesehatan mental tersedia melalui rumah sakit, puskesmas, dan hotline KemenPPPA SAPA129 (telepon 129 atau WhatsApp 08111-129-129).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon