ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BNPB dan BMKG Minta Warga Mamaju Tak Percaya Hoax Gempa Susulan

Minggu, 17 Januari 2021 | 13:54 WIB
AR
WP
Penulis: Ari Supriyanti Rikin | Editor: WBP
Proses evakuasi korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat, 15 Januari 2021
Proses evakuasi korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat, 15 Januari 2021 (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta agar masyarakat Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) tidak mudah terpengaruh kabar bohong atau hoax yang meresahkan terkait gempa magnitudo (M) 6,2. Hal itu disampaikan Doni saat meninjau lokasi terdampak gempa Sulbar bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuldjono dan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Mamuju, Sulbar, Minggu (17/1/2021).

"Jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," kata Doni dalam keterangan tertulis BNPB.

Sebelumnya beredar isu yang mengharuskan masyarakat keluar dari Mamuju setelah sebelumnya didahului informasi hoax gempa susulan yang lebih jauh besar.

Terkait hal itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa imbauan pemerintah mengosongkan wilayah Mamuju adalah tidak benar. Pemerintah tidak pernah meminta masyarakat keluar dari Mamuju. Informasi yang dikeluarkan BMKG adalah imbauan warga menjauhi bangunan yang sudah roboh. Dia berharap, informasi itu dapat disikapi dengan baik dan tetap tenang. "Tidak pernah BMKG menyatakan hal seperti itu. Yang kami imbau adalah jauhilah bangunan-bangunan yang sudah runtuh," ungkap Dwikorita.

ADVERTISEMENT

Selain itu juga diimbau menjauhi lereng yang rawan longsor dan menjauh dari pantai.

Sebelumnya BMKG merilis informasi adanya potensi gempa susulan. Namun BMKG memastikan kekuatannya tidak akan sebesar gempa kedua atau mainshock seperti yang terjadi pada Jumat (15/1/2021) dini hari.

BMKG meminta agar masyarakat tetap tenang, namun waspada guna mengantisipasi potensi gempa susulan tersebut. "Perlu mewaspadai adanya gempa susulan, tetapi tidak akan sampai sebesar magnitudo 8,2. Kurang lebih sebesar kemarin (magnitudo 6,2), itu yang paling besar. Tetapi akan lebih banyak yang lebih rendah dari kemarin," papar Dwikorita



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon