Omzet Menurun Akibat PPKM, Paguyuban Pedagang Jawa Timur Mengadu ke Ulama
Sabtu, 30 Januari 2021 | 20:46 WIB
Solo, Beritasatu.com - Perwakilan Paguyuban pedagang di beberapa sektor di Jawa timur, pada Sabtu (30/01/2021) siang mendatangi ulama Solo, Habib Hasan Mulachela di kediamannya Pasar Kliwon, Solo. Mereka berkeluh kesah mengenai perpanjangan status pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang semakin berdampak pada ekonomi yang anjlok hingga 90%.
Selama penerapan PPKM Jawa Bali, omzet para pengusaha maupun pedagang pasar di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Sidoarjo tersebut mengalami dampak hingga terancam bangkrut. Ditambah sekarang pemerintah telah memperpanjang status PPKM tersebut.
Mereka rela berbondong jauh dari Jawa Timur hanya untuk bertemu dengan Habib Hasan Mulachela yang kerap disapa Habib Hasan, di kediamannya di Kampung Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo.
Sementara kedatangannya ini disambut langsung oleh Habib Hasan.
Mereka berkeluh kesah kondisi perekonomian para pelaku usaha baik pedagang pasar maupun pelaku UKM khususnya di Kabupaten Sidoarjo sekarang lesu, apalagi diberlakukannya kembali PPKM Jawa - Bali dari pemerintah pusat. Mereka berharap ke Habib Hasan agar bisa menampung dan menyampaikan ke pemerintah terkait.
Mereka berkeinginan agar pemerintah pusat dapat kembali mengevaluasi perpanjangan dan kebijakan isi pada aturan PPKM. Karena menurutnya bahwa kondisi dan situasi daerah berbeda beda dalam perkembangan maupun kasus covid-19.
Soleh, seorang pedagang warga Sidoarjo, Jawa Timur ini mengaku selama aturan PPKM berlangsung tersebut omzet dagangan di pasar mengalami penurunan hingga 90%.
"Kami juga sudah berkeluh kesah juga ke Pemerintah Daerah Sidoarjo, Jawa Timur, namun mereka juga menerapkan aturan itu atas Pemerintah Pusat," tegas, Soleh.
Selain itu mereka juga berharap agar Pemerintah bisa memberikan solusi bagi masyarakat kecil yang terkena dampak PPKM.
Sementara Habib Hasan Mulachela mengaku heran, bahwa banyak pedagang paguyuban di Jawa Timur yang mendatangi rumahnya untuk berkeluh kesah pada penjualan mereka yang anjlok karena PPKM.
"Ya saya bilang ke mereka, lah kok malah datang ke tempat saya, bukannya mereka juga mempunyai perwakilan mereka di daerah. Baik, namun demikian tidak apa apa ini akan saya tampung dan saya segera sampaikan ke pemerintah terkait," ujar Habib Hasan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




