ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kerumunan Warga Sambut Jokowi di NTT Dinilai Wajar

Sabtu, 27 Februari 2021 | 20:09 WIB
YS
WM
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: WM
Presiden Jokowi (tengah) meresmikan Bendungan Napun Gete di Nusa Tenggara Timur dalam kunjungan kerja ke provinsi tersebut, Selasa, 23 Februari 2021.
Presiden Jokowi (tengah) meresmikan Bendungan Napun Gete di Nusa Tenggara Timur dalam kunjungan kerja ke provinsi tersebut, Selasa, 23 Februari 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat sambutan luar biasa saat kunjungan kerja di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu lalu. Namun demikian, sambutan tersebut malah dianggap sebagai salah satu bentuk pelanggaran protokol kesehatan.

Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menilai, adalah hal yang wajar jika Jokowi mendapat sambutan luar biasa di NTT. Selain Jokowi merupakan Presiden, sebagian besar warga NTT juga pemilih Jokowi-Ma'ruf Amin saat Pilpres 2019 lalu.

"Seorang presiden yang dicintai oleh rakyatnya pasti akan ditunggu kehadiran dengan sangat antusias. Tidak bisa seenaknya menyalahkan Pak Jokowi yang begitu dicintai oleh rakyat NTT," kata Inas Nasrullah Zubir, di Jakarta, Sabtu (27/2/2021).

Di sisi lain, dirinya meyakini, Jokowi selalu ingin dekat dengan rakyatnya. Kondisi itu bisa terlihat saat Jokowi menyapa warga melalui jendela mobil saat kunjungan dimanapun.

ADVERTISEMENT

Yang perlu menjadi perhatian, tim protokoler dan Paspampres harus kerja lebih keras mengingatkan Jokowi tentang pentingnya menghindari kerumunan masyarakat saat kunjungan ke daerah. Apalagi saat ini masih di masa pandemi.

Inas menilai, kerumunan massa saat menyambut Jokowi juga tidak merugikan masyarakat lainnya. Berbeda dengan saat massa menyambut kedatangan Rizieq Syihab di Bandara Soekarno-Hatta, beberapa waktu lalu.

"Peristiwa kerumunan di NTT ini sebenarnya tidak separah kerumunan ketika Rizieq Shihab dijemput oleh pendukungnya di Bandara Soetta. Rizieq Syihab sempat berorasi dari atas mobil yang terbuka kapnya," ujarnya.

Meski demikian, dirinya berharap agar peristiwa seperti di NTT tidak kembali terulang. Protokoler dan Paspampres perlu meninjau kembali SOP dalam mengatur kunjungan kerja Presiden.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon