ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dirjen Dikti Sosialisasikan Gerakan Sekolah Menyenangkan untuk SMK di Papua

Selasa, 23 Maret 2021 | 08:06 WIB
NW
JM
Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: JEM
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Wikan Sakarinto, saat  menyosialisasikan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di kota Sorong, Papua Barat, Minggu, 21 Maret 2021.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Wikan Sakarinto, saat menyosialisasikan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di kota Sorong, Papua Barat, Minggu, 21 Maret 2021. (Dokumentasi Kemdikbud)

Sorong, Beritasatu.com – Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Wikan Sakarinto menyosialisasikan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) sebagai bagian dari upaya perubahan paradigma dan cara berpikir (mindset) dari pengelola Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Sosialisasi dikemas dalam bentuk lokakarya untuk kepala SMK di dua provinsi paling timur Indonesia. Acara yang berlangsung di kota Sorong, Papua Barat tanggal 21-26 Maret itu juga bertujuan mengembangkan kemitraan strategis dengan dunia kerja.

Dirjen Vokasi berharap kegiatan ini dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang positif untuk menyiapkan lulusan SMK berkarakter dan sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

"Kita ingin membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Papua dan Papua Barat, dengan membangun pola berpikirnya, inovasinya, dan keberanian untuk menciptakan terobosan-terobosan baru," kata Wikan lewat siaran pers Kemdikbud, Senin (22/3/2021).

ADVERTISEMENT

Wikan mengatakan pihaknya mendorong kepala dan jajaran pemimpin SMK di Papua dan Papua Barat untuk menerapkan GSM. Menurutnya, program itu bertujuan meningkatkan akses keikutsertaan kepala SMK di kedua provinsi tersebut dalam program-program di Direktorat Jenderal Diksi. Para kepala SMK diharapkan mengembangkan visi dan mindset selayaknya seorang CEO.

"Diharapkan nantinya proses ‘link and match’ antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia industri dapat berjalan sustain dan selaras," kata Wikan.

Wikan juga meminta kepala SMK agar memiliki karakter "pemimpin subur" yaitu pemimpin yang kuat sebagai pembangun. Kepala SMK harus mampu berperan sebagai motivator, inovator, organizing, dan controlling dalam pelaksanaan pembelajaran di SMK khususnya di Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Target yang spesial kami ajak GSM agar benar-benar bisa membangun leadership dan pola pikir kepala SMK di seluruh Papua dan Papua Barat," lanjut Wikan.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dirjen Dikti: 22.000 Mahasiswa Terdampak Banjir Aceh, Sumut-Sumbar

Dirjen Dikti: 22.000 Mahasiswa Terdampak Banjir Aceh, Sumut-Sumbar

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon