Operasi Pemisahan Naifa dan Nayyara Sempat Tertunda Akibat Pandemi
Senin, 12 April 2021 | 13:02 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita baru saja sukses melakukan operasi pemisahan kembar siam Naifa dan Nayyara yang digelar selama 25 jam pada Sabtu (10/4/2021) hingga Minggu (11/4/2021) lalu. Operasi pemisahan Naifa dan Nayyara ini dilakukan setelah sempat tertunda akibat pandemi.
Ketua Tim Kembar Siam, Johannes Edy Siswanto mengatakan, kembar siam Naifa Nayyara saat ini berumur 14 bulan. Mereka dimonitor dan diawasi sejak lahir di RSAB daerah Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Kemudian keduanya dirujuk ke RSAB Harapan Kita dan mendapat perawatan intensif berbagai pemeriksaan sejak awal dan sebelum dilakukan pemisahan.
Edy mengatakan, pemisahan bayi kembar siam Naifa dan Nayyara sedikit terkendala dengan adanya pandemi, sehingga jadwal operasi pemisahan kembar siam tersebut harus diundur.
"Jadi itu yang sudah kami lakukan dan proses memakan waktu cukup banyak dan melibatkan begitu banyak interdisiplin yang dilibatkan," kata Edy pada konferensi pers daring tentang operasi pemisahan Kembar Siam Naifa Nayyara, Senin (12/4/2021).
Edy menyebutkan, kelainan bawaan merupakan salah satu penyebab kematian. Oleh karena itu sangat penting memperhatikan kelainan bawaan dengan hubungan dengan angka kematian kematian bayi.
"Jadi di dunia sekitar 3% (kelainan bawaan). Di Indonesia, ini menjadi pusat perhatian karena kurang lebih angkanya cukup tinggi sekitar 10% dari bayi kelahiran hidup. Bahkan di beberapa kabupaten angkanya cukup tinggi kalau diperhatikan," ucapnya.
Berdasarkan statistik, kelainan bawaan menorehkan angka 3% di seluruh dunia. Salah satu kelainan itu adalah kembar siam.
Sejauh ini RSAB Harapan Kita sudah melakukan 5 operasi kembar siam. Adapun operasi terakhir dilakukan pada 9-10 April 2021 untuk memisahkan kembar siam Naifa dan Nayyara.
Operasi pemisahan Naifa dan Nayyara melibatkan tim yang terdiri dari 131 orang dan 39 di antaranya adalah dokter spesialis. Tim ini merupakan tim gabungan dari RSAB Harapan Kita yang dibantu oleh para dokter dari RS Kanker Dharmais, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, RS. St. Carolus, RSU Adhyaksa, dan dari Puskes TNI.
Proses pemisahan dilakukan selama 25 jam, mulai pukul 07.00 WIB pada 10 April dan baru selesai pada pukul 08.00 WIB pada 11 April.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




