ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Enam Desa Muslim di Pulau Ambon Rayakan Idulfitri Lebih Awal

Rabu, 12 Mei 2021 | 12:07 WIB
JM
JM
Penulis: Jeis Montesori | Editor: JEM
Pelaksanaan Salat Idulfitri 1442 Hijriah berjamaah di Masjid Hena Lua, Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah yakni di Pulau Ambon, Provinsi Maluku, Rabu, 12 Mei 2021.
Pelaksanaan Salat Idulfitri 1442 Hijriah berjamaah di Masjid Hena Lua, Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah yakni di Pulau Ambon, Provinsi Maluku, Rabu, 12 Mei 2021. (Antara)

Ambon, Beritasatu.com - Umat Muslim Sunni di enam desa di Kecamatan Leihitu dan Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon, Provinsi Maluku, Rabu, merayakan Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah lebih awal.

Umat muslim di Desa Wakal, Hila, Kaitetu, Seith, dan Negeri Lima di Kecamatan Leihitu dan Desa Tengahtengah, Kecamatan Salahutu telah merayakan Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah hari ini, Rabu (12/6/2021), dengan menggelar salat Idulfitriatau salat Id berjemaah di masjid-masjid setempat sekitar pukul 07.00 WIT.

Mereka merayakan Lebaran lebih awal karena melaksanakan ibadah puasa 1 Ramadan 1442 Hijriah lebih awal dari yang ditetapkan Kementerian Agama.

Umat muslim di Desa Hila, Kaitetu, Seith, dan Negeri Lima diketahui mulai melaksanakan ibadah puasa 1 Ramadan 1442 Hijriah pada 12 April 2021, sehari lebih awal dari yang ditetapkan Kementerian Agama, sedangkan Desa Wakal dan Tengahtengah diketahui mulai berpuasa pada 11 April 2021 dan melakukan pembayaran zakat fitrah dan mal pada 10 Mei 2021, tetapi menunda pelaksanaan salat Id yang seharusnya digelar pada 11 Mei 2021 menjadi 12 Mei 2021.

ADVERTISEMENT

Tahun lalu, Desa Tengahtengah dan Wakal juga melaksanakan ibadah puasa awal, yakni pada 22 April 2020, tetapi menunda pelaksanaan Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriah yang seharusnya dirayakan pada 22 Mei 2020 menjadi 23 Mei 2020.

Modin Masjid Kuno Wapauwe, Yusuf Yahehet yang ditemui usai memimpin saalat Id di Masjid Hena Lua Desa Kaitetu mengatakan penentuan 1 Ramadhan dan 1 Syawal di desanya berpatokan pada kalender falakiah kuno berbahasa Arab yang ada di Masjid Wapauwe.

Metode tersebut kemudian disesuaikan berdasarkan perhitungan hisab secara rukyat, yakni dengan mengamati penampakan bulan sabit di ufuk barat oleh imam dan 12 penghulu Masjid Wapauwe seminggu lebih awal dari tanggal yang tertera di kalender falakiah kuno.

"Biasanya kami menghitung waktu pelaksanaan 1 Ramadan dan 1 Syawal dari kalender falakiah di Masjid Wapauwe, kemudian selama seminggu mengamati penampakan bulan sabit usai salat Subuh, untuk memastikan lagi waktu yang tepat untuk berpuasa dan Lebaran," kata Yusuf Yahehet.
 



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ribuan Jemaah Padati Masjid Sheikh Zayed Solo untuk Salat Id

Ribuan Jemaah Padati Masjid Sheikh Zayed Solo untuk Salat Id

JAWA TENGAH
Dedi Mulyadi Salat Id Bersama Ribuan Jemaah di Depan Gedung Sate

Dedi Mulyadi Salat Id Bersama Ribuan Jemaah di Depan Gedung Sate

JAWA BARAT
Hujan Deras, Salat Idulfitri di Nabire Tak Jadi Digelar Terbuka

Hujan Deras, Salat Idulfitri di Nabire Tak Jadi Digelar Terbuka

NUSANTARA
Ribuan Jemaah Padati Masjid Agung Tasikmalaya Saat Salat Id

Ribuan Jemaah Padati Masjid Agung Tasikmalaya Saat Salat Id

JAWA BARAT
Sejak Subuh, Ribuan Jemaah Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Id

Sejak Subuh, Ribuan Jemaah Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Id

JAKARTA
4 Doa Salat Idulfitri yang Dianjurkan, Lengkap Arab dan Latinnya

4 Doa Salat Idulfitri yang Dianjurkan, Lengkap Arab dan Latinnya

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon