ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jokowi: Kalau Angka Covid-19 Saja Tidak Tahu, Bagaimana Menyelesaikannya?

Kamis, 20 Mei 2021 | 15:10 WIB
LT
AB
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: AB
Joko Widodo.
Joko Widodo. (YouTube BPMI Setpres)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pentingnya perangkat daerah untuk selalu memantau parameter atau indikator pengendalian pandemi Covid-19 di daerah masing-masing. Pasalnya, Jokowi menemukan pejabat daerah yang tidak mengetahui data kasus Covid-19 terkini.

"Saya datang ke daerah, tidak di Sumatera, saya tanya tidak tahu (angka parameter). Kalau angka-angka saja tidak tahu, bagaimana menyelesaikannya? Termasuk pangdam dan kapolda juga akan saya tanya, kondisi kasus aktif berapa? Semua bekerja bersama-sama," kata Jokowi saat memberikan arahan kepada Forkopimda Riau di Kota Pekanbaru yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/5/2021).

Padahal, lanjut Jokowi, mengetahui angka atau data statistik kasus Covid-19, baik di tingkat nasional maupun tingkat daerah masing-masing, sangat penting. Dengan data tersebut, pemerintah daerah dapat segera menyiapkan langkah taktis dan terukur dalam menekan penyebaran kasus Covid-19 di wilayahnya.

"Coba dilihat, angka-angka itu dicatat dan kalau saya tanya mestinya semua bupati, wali kota, gubernur itu, tahu posisi di tingkat kabupaten seperti apa. Pak Bupati berapa kesembuhan di sini, harus bisa jawab. Berapa kasus aktif, harus bisa jawab," tegas Jokowi.

ADVERTISEMENT

Pemerintah daerah, sambung Jokowi, juga diharapkan dapat merespons kasus-kasus penularan Covid-19 dengan melakukan testing (pemeriksaan), tracing (penelusuran), dan treatment (perawatan), yang lebih ditingkatkan sebagai upaya penanganan pandemi.

"Testing, tracing, dan treatment, memang standar dari WHO. Level kapasitas respons kelihatan di situ. Bagaimana ada kasus, kita merespons, itu kelihatan. Coba lihat testing, tracing, treatment untuk Provinsi Riau. Ini dinilai kalau yang baik itu memadai, yang sedang nilainya sedang, yang tidak baik itu terbatas," jelas Jokowi.

Dari data yang ada, Jokowi melihat pelaksanaan testing di Riau masih pada level terbatas. Artinya, pelaksanaan testing masih belum baik. Begitu juga tracing masih dalam level terbatas, sementara treatment berada pada level memadai.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wamentan Sudaryono Temui Jokowi Bahas Pertanian Indonesia

Wamentan Sudaryono Temui Jokowi Bahas Pertanian Indonesia

EKONOMI
Terima Kunjungan 3 Co-Founder Sungai Watch, Jokowi Dapat Kado Ini

Terima Kunjungan 3 Co-Founder Sungai Watch, Jokowi Dapat Kado Ini

JAWA TENGAH
Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

NASIONAL
SP3 Rismon Terbit, Jokowi: Artinya Sudah Clear

SP3 Rismon Terbit, Jokowi: Artinya Sudah Clear

NASIONAL
Dituding Danai Kasus Ijazah Palsu, Jokowi: Logikanya Terbalik

Dituding Danai Kasus Ijazah Palsu, Jokowi: Logikanya Terbalik

NASIONAL
JK Laporkan Rismon ke Bareskrim Polri, Begini Tanggapan Jokowi

JK Laporkan Rismon ke Bareskrim Polri, Begini Tanggapan Jokowi

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon