ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Satgas: Tren Kenaikan Kasus Aktif Covid-19 Terjadi dalam Sepekan

Senin, 24 Mei 2021 | 07:47 WIB
MB
JM
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: JEM
Dewi Nur Aisyah.
Dewi Nur Aisyah. (Twitter @BNPB_Indonesia)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan kasus Covid-19 nasional per Sabtu (22/5/2021), jumlah kasus aktif 91.240 atau 5,15%. Namun, dalam 6 hari terakhir ada tren kenaikan kasus.

"Jadi biasanya kita mengalami penurunan, di sini dalam satu minggu terakhir ada penambahan kasus aktif sebesar 440 kasus dalam 6 hari terakhir," kata Dewi pada Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional, Minggu (22/5/2021).

Dewi menyebutkan, perlu adanya antisipasi kenaikan kasus aktif. Sebab, berdasarkan grafik, jumlah kasus aktif harian dari awal tanggal 818 Mei 2021 terjadi tren penurunan, yakni dalam waktu 11 hari terjadi penurunan 11.489 kasus. Namun, pada 19 Mei 2021 mulai melihat adanya tren kenaikan jumlah kasus akif di level nasional dan dalam 4 hari terakhir terjadi kenaikan jumlah kasus aktif sebesar 3.411 .

"Ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa dalam 4 hari terakhir kita sudah melihat adanya tren kenaikan jumlah kasus aktif di level nasional," kata Dewi.

ADVERTISEMENT

Menurut Dewi, salah satu hal yang berpengaruh adalah terkait dengan adanya tren mobilitas penduduk. Pasalnya, pada saat diterapkan larangan mudik 6-17 Mei 2021 terjadi penurunan jumlah pergerakan yang sangat signifikan. Namun, telah terjadi kenaikan mobilitas penduduk pada masa prakondisi larangan mudik.

Hal ini terlihat dari terjadi kenaikan mobilitas keluar dari daerah pada masa pra kondisi dan puncaknya terjadi pada 5-6 Mei 2021 dan sudah mulai bergerak sejak 1 Mei 2021. Oleh karena itu, potensi kenaikan kasus di daerah tujuan mudik, mulai sejak pertengahan Mei 2021 atau 2 minggu setelah mobilitas itu terjadi.

Sementara untuk angka kematian, Indonesia sempat berada di 2,8% dan sudah turun menjadi 2,78%. Kendati begitu, angka tersebut masih cukup tinggi karena Indonesia menargetkan untuk bisa terus diturunkan. Sedangkan untuk angka kesembuhan berada di 92,06%.

Selanjutnya, Dewi juga memaparkan terkait dengan angka pemeriksaan spesimen sempat mengalami tren penurunan pada saat libur panjang Hari Raya Idulfitri. Hal ini terjadi karena jumlah laboratorium yang beroperasi pada saat libur panjang terbatas.

Dewi menyebut, hal ini juga terlihat dari kenaikan angka pemeriksaan spesimen saat ini. Adapun perbandingan rata-rata jumlah spesimen diperiksa di bulan April dan Mei 2021 tidak terlalu jauh berbeda kurang lebih 62.000 spesimen diperiksa setiap harinya.

"Untuk jumlah orang yang diperiksa juga mengalami penurunan saat libur panjang dan saat ini kembali naik, sehingga meski angka di bawah bulan April yakni rata- rata orang diperiksa 44.351 per hari sedangkan Mei berada di rata-rata 40.485 per hari," ucapnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

DJP Bentuk Satgas Bareng Lembaga Hukum Sasar Praktik Ekonomi Ilegal

DJP Bentuk Satgas Bareng Lembaga Hukum Sasar Praktik Ekonomi Ilegal

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon