ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wamenkes: Ada 54 Kasus Mutasi Variant of Concern Covid-19 di Indonesia

Kamis, 27 Mei 2021 | 17:03 WIB
MB
JS
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: JAS
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono (kanan) berbincang dengan rekannya sebelum dimulainya rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 27 Mei 2021. Raker tersebut membahas persiapan sistem kesehatan nasional sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19 pascalibur Idulfitri 1442 H/2021 M.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono (kanan) berbincang dengan rekannya sebelum dimulainya rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 27 Mei 2021. Raker tersebut membahas persiapan sistem kesehatan nasional sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19 pascalibur Idulfitri 1442 H/2021 M. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono mengatakan, secara endogen, virus Covid-19 mengalami mutasi secara biologis. Untuk saat ini terdapat 54 kasus mutasi dari 1.744 sampel di Indonesia. Adapun 54 kasus mutasi ini merupakan variant of concern yakni B117, B1351, dan B1617.

Dante menyebutkan, berdasarkan data, dari 54 kasus mutasi di Indonesia ini 35 berasal dari luar Indonesia atau varian migrasi dan 19 kasus tanpa riwayat perjalanan luar negeri.

"Jadi setiap daerah wajib mengumpulkan sampel 5-10 sampel setiap minggu dan diperiksa dan kita akan lihat berapa jumlah varian of concern dan dari data tersebut nanti akan dilakukan tracing yang spesifik kalau ditemukan variant of concern berupa mutasi dari India, Inggris, dan Afrika Selatan," kata Dante dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX terkait Persiapan Sistem Kesehatan Nasional sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca liburan Idulfitri 1442 H/2021 M di Gedung DPR RI, Kamis (27/5/2021).

Dante menuturkan, 19 kasus mutasi lokal ini karena sudah terjadi penyebaran kontaminasi lokal di Indonesia untuk variant of concern yang terjadi secara mutasi.

ADVERTISEMENT

Pertama, Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) ditemukan 1 mutasi B117 dan 2 mutasi B1617

Kedua, Prabumulih, Sumsel ditemukan 1 mutasi B1617

Ketiga, Penukal Abab Lematang Ilir, Sumsel ditemukan 1 mutasi B1617

Keempat, Tapin Kalimantan Selatan (Kalsel) ditemukan 1 mutasi B117

Kelima, Medan Sumatera Utara (Sumut) ditemukan 1 mutasi B117

Keenam, Tanjung Balai, Sumut ditemukan 1 mutasi B117

Ketujuh, Karawang Jawa Barat (Jabar) ditemukan 2 mutasi B117

Kedelapan, Denpasar Bali ditemukan 1 mutasi B117

Kesembilan, Badung Bali ditemukan 1 mutasi B1351

Ke-10, DKI Jakarta ditemukan 2 mutasi B1351

Ke-11, Gunung Mas Kalimantan Tengah (Kalteng) ditemukan 3 mutasi B1351. Ke-12 di Palangkaraya, Kalteng ditemukan 2 mutasi B1351.

Dante menyebutkan, semua virus secara biologis mereka membuat perubahan- perubahan untuk melakukan mutasi supaya mereka tetap bisa hidup. Dengan begitu, mutasi lokal yang terjadi di Indonesia ini berbeda dengan varian mutasi secara genomik di Wuhan, Tiongkok.

"Variant of concern merupakan beberapa mutasi yaitu kasus mutasi Inggris, India, dan kasus mutasi Afrika Selatan. Itu sudah terdapat dan diidentifikasi di tempat kita," ucapnya.

Sementara itu, untuk 35 kasus dengan riwayat perjalanan luar negeri di antaranya; Pertama, dari pekerja migran Indonesia (PMI) Arab Saudi ditemukan 4 mutasi B117 yang dibawa oleh 2 PMI asal Karawang, Jawa Barat, 1 PMI asal Balikpapan Kalimatan Timur (Kaltim), dan 2 PMI asal Tangerang Banten.

Kedua, dari Ghana ditemukan 1 mutasi B117, yakni dibawa oleh 1 PMI asal Bogor, Jabar. Ketiga, dari Kongo ditemukan 1 mutasi B117, yakni dibawa oleh 1 TNI asal Mojokerto, Jatim.

Keempat, Taiwan ditemukan 1 mutasi B117, yakni dibawa oleh 1 tenaga kerja asing (WNA) masuk via Jakarta. Kelima, Singapura ditemukan 1 mutasi B117 via Jakarta oleh WNA dan dan mutasi B1617 dibawa oleh 1 WNA via Surabaya dan keenam dari India 1 mutasi B117 dan lainnya merupakan varian B1617, yang salah satunya dibawa oleh 14 WNA masuk via Cilacap yang dibawa oleh ABK Kapal Filipina.

Dante menjelaskan, ABK kapal Filipina ini sebelumnya berlabuh di India, sehingga saat melakukan pemeriksaan dari 20 ABK terdapat 14 kasus mutasi dan ternyata menularkan kepada 31 tenaga kesehatan (nakes) .

"Jadi ini memperlihatkan bagaimana agresifnya penularan dari variant of concern terhadap orang lain. Dari 31 positif pada nakes ini padahal nakes sudah menggunakan APD (alat pelindung diri, red) saat melakukan kontak dan ketika keluarga di-tracing ditemukan 12 kasus dan di-tracing lagi ditemukan enam nakes positif,"ucapnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon