ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Syafii Maarif: Kebinekaan Harus Jadi Kekuatan Pemersatu

Selasa, 1 Juni 2021 | 13:48 WIB
MB
B
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: B1
Buya Syafii Maarif menyampaikan ceramah agama tentang persaudaraan dala Islam saat Buka Puasa Bersama Yayasan Muslim Sinar Mas, Jakarta, 28 Mei 2019. Buka Puasa Bersama Yayasan Muslim Sinar Mas juga dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas Saleh Husin dan Managing Director Sinar Mas Grup Gandi Sulistyo.
Buya Syafii Maarif menyampaikan ceramah agama tentang persaudaraan dala Islam saat Buka Puasa Bersama Yayasan Muslim Sinar Mas, Jakarta, 28 Mei 2019. Buka Puasa Bersama Yayasan Muslim Sinar Mas juga dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Muslim Sinar Mas Saleh Husin dan Managing Director Sinar Mas Grup Gandi Sulistyo. (BeritaSatu Photo/Emral Firdiansyah)

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Ahmad Syafii Maarif mengatakan, kebinekaan menjadi bagian dari sejarah panjang dalam pembentukan negara Indonesia. Indonesia merupakan bangsa besar yang dianugerahi dengan beragam perbedaan seperti agama, suku, adat, bahkan bahasa.

Oleh karena itu, kebinekaan harus dipahami sebagai sebuah kekuatan pemersatu bangsa yang keberadaannya tidak bisa dimungkiri.

"Kebinekaan juga harus dimaknai sebagai sebuah keragaman yang mempersatukan, menerima perbedaan sebagai sebuah kekuatan, bukan sebagai ancaman ataupun gangguan," kata Syafii Maarif dalam webinar bertema "Merajut Kebhinnekaan Untuk Ketahanan Bangsa" yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Buddha (STIAB) Smaratungga dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (1/6/2021), Syafii Maarif menyebutkan, semua budaya, agama, dan suku yang ada tetap pada bentuknya masing-masing. Yang mempersatukan semua itu adalah rasa nasionalisme dan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Bhinneka Tunggal Ika tidak bisa dianggap hanya sekadar semboyan, melainkan harus dihayati, disimpan pada sanubari dan dilaksanakan oleh setiap warga negara Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan negara. Pada prinsipnya, itu adalah semboyan bangsa," paparnya.

Syafii mengatakan, semua pihak harus menanamkan sikap toleransi dalam diri dengan terus memelihara persatuan, persaudaraan, dan kerukunan antar sesama karena Bhinneka Tunggal Ika merupakan nilai bangsa yang harus terus dijaga.

Ia menyebutkan, suatu perbedaan itu harus dipahami dan dibiarkan dalam rangka mewujudkan persatuan kesatuan bangsa. Dengan kata lain keanekaragaman bangsa dihormati dalam wadah kesatuan bangsa Indonesia.

"Hal ini juga selaras dengan semboyan yang menggambarkan secara jelas prinsip penghormatan keanekaragaman dalam wadah persatuan, yakni Bhinneka Tunggal Ika," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Buddhayana, Nyanasuryanadi Mahathera, berharap agar webinar tersebut dapat menjadi bekal bagi para peserta dalam menjaga toleransi, kerukunan dan persaudaraan yang dilandasi cinta kasih di Indonesia.

Dengan begitu mampu untuk menahan diri dari pandangan maupun sikap-sikap yang mendiskreditkan perbedaan primordial apapun, utamanya karena suku, ras, budaya dan adat istiadat.

"Kita harus mulai merubah pola pikir untuk saling menerima dan menghormati segala perbedaan yang ada. Lebih dari itu kita harus bisa membangun kebiasaan baru yaitu melihat hidup ini dari persamaan bukan perbedaan.

"Ketika spirit toleransi dan persaudaraan yang saling mengasihi ini telah tumbuh pada setiap orang sebagai warga negara Indonesia, niscaya Bhinneka Tunggal Ika, walau berbeda tapi tetap bersatu maka kedaulatan dan ketahanan bangsa akan kokoh terbentuk," ujarnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon