ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Waktu untuk Pulih dari Long Covid-19 Beragam

Kamis, 3 Juni 2021 | 16:03 WIB
HS
JS
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: JAS
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19.
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Gejala dari long Covid-19, merupakan sakit berkepanjangan yang diderita penyintas wajib diwaspadai, meski telah dinyatakan hasilnya negatif. Waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari long Covid-19 beragam.

Komisaris Besar Polisi dan Dokter Spesialis Paru Kepala Bagian Pembinaan Fungsi RS Bhayangkara TK I R Said Sukanto, Yahya, mengatakan data secara riil terkait penyintas yang menderita long Covid-19 belum banyak.

Berdasarkan riset Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), long Covid-19 terjadi setelah empat minggu terpapar dan dinyatakan negatif. Bila masih merasakan gejala sisa tersebut itulah disebut long Covid. Waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari long Covid-19 pun beragam.

"Ada yang merasakan gejala sisa sampai satu bulan sebanyak 53,7%. Kemudian sebanyak 43,6% gejala sisanya selama 1-6 bulan dan lebih dari 6 bulan itu 2,7%," kata Yahya dalam Dialog Produktif Kabar Kamis bertema "Long Covid: Kenali dan Waspadai" yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada Kamis (3/6/2021).

ADVERTISEMENT

Menurutnya gejala long Covid-19 yang dialami setiap orang bervariatif dan berbeda-beda. Mulai dari mengalami gejala lemas, sesak, nyeri sendi, batuk, anosmia, diare, dan nyeri otot.

Dia menambahkan, hingga saat ini, belum diketahui penyebab utama munculnya long Covid-19. Namun, kata Yahya, long Covid-19 disinyalir disebabkan sejumlah hal, di antaranya gaya hidup tidak sehat, komorbid, lansia, dan kejiwaan tidak stabil.

Namun mayoritas penderita long Covid-19 adalah pria. Salah satu penyebabnya, pria memiliki kebiasaan merokok sehingga berisiko mengalami gangguan paru.

"Tentang gender, rupanya mayoritas laki-laki. Salah satu faktor utamanya yaitu kebiasaan merokok itu juga ikut memberatkan gejala terhadap adanya infeksi Covid-19," katanya dalam diskusi virtual tersebut.

Jika dilihat dari kelompok umur, mayoritas penderita long Covid-19 merupakan lansia dengan komorbid. Misalnya, lansia memiliki komorbid jantung dan paru, sehingga gejala memberat dengan adanya long Covid.

Dokter mengakui memang belum jelas benar karena faktor apa itu long Covid. Namun kemudian disinyalir karena adanya satu orang yang punya komorbid. Misalkan obesitas atau memang sudah mempunyai gangguan mental sebelumnya. Itu juga bisa menjadi satu faktor orang terkena pro long Covid-19 ini atau Covid yang berkepanjangan gejalanya.

"Barangkali yang tidak kalah penting aspek kejiwaannya. Mungkin dia baperan seperti bawa perasaan atau mudah tersinggung. Ini kan memang ada faktor titik lemahnya orang ini gampang depresi, gampang nervous. Itu juga menjadi salah satu faktor timbulnya long Covid," urai dia.

Yahya menjelaskan sebenarnya pasca-Covid-19, penderita bisa beraktivitas normal. Kondisi ini tergantung kualitas kesehatan penderita sebelumnya. Namun ada persyaratan yang harus dipenuhi agar penyintas bisa pulih sepenuhnya dari Covid-19.

"Pascarawat inap sekitar 2 minggu harus digunakan untuk istirahat total, lakukan olahraga ringan, perhatikan faktor gizi dan asupan makanan, serta tambahan vitamin tertentu yang memang dirasa perlu itu," jelasnya.

Selain itu sebagai tindakan preventif agar penyintas tidak menderita long Covid-19, jika memang dinyatakan positif dan diharuskan dirawat maupun isolasi mandiri, wajib dijalankan. Jika ada gejala, disarankan segera kontrol ke dokter.

"Salah satu kelemahan di kita adalah begitu merasa nyaman sedikit, langsung dia minta pulang kalau dirawat. Kalau isolasi mandiri langsung mengabaikan itu. Sebab orang yang sudah terkena Covid-19 bukan berarti tidak bisa kena lagi, masih bisa. Jadi gejala pro long Covid-nya harus diperhatikan terus," ungkap dia.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon