Persatuan Dokter NU Soroti Bahaya BPA dalam Galon Guna Ulang
Kamis, 3 Juni 2021 | 16:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bahaya Bisphenol A (BPA) ternyata menjadi perhatian masyarakat Nahdlatul Ulama (NU), khususnya Persatuan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU). Hal ini terkait dengan isu adanya BPA dalam galon guna ulang.
Menurut dr Makki Zamzami dari PDNU, BPA yang terdapat pada galon guna ulang berbahaya bagi usia rentan khususnya bagi bayi, balita, dan janin pada ibu hamil. Itu sebabnya ada pihak yang meminta BPOM untuk memberikan label peringatan konsumen pada kemasan galon guna ulang yang mengandung BPA.
"Mengenai Bisphenol A dan plastik bukan hanya dalam botol, galon, dan kemasan saja. Intinya, BPA memang menjadi sorotan," tutur dr Makki Zamzami dari Lembaga Kesehatan PBNU, dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com, Kamis (3/6/2021).
Bahaya BPA yang terdapat pada galon guna ulang tidak mempunyai ketentuan khusus. Itu sebabnya perlu ada pengawasan terhadap peredaran galon guna ulang. Di antaranya, pergerakan dari pabrik hingga ke konsumen dan bagaimana treatment galon tersebut.
Namun, ia mengakui, pengawasan galon ini juga membutuhkan biaya yang tak sedikit.
"Ada beberapa ribu makanan baru, itu pun tidak dilakukan supervisi," tutur Makki.
Ia pun menyarankan pemerintah dan DPR unuk segera mengesahkan UU BPOM.
"Sehingga BPOM bisa berperan aktif dalam melakukan supervisi, serta evaluatif terhadap, makanan, minuman, dan obat," ungkap Makki.
Dalam kesempatan berbeda, Ketua Angkatan Muda Ka'bah Kota Bekasi, Ahmad Syahbana, mengaku cemas dengan adanya galon air mineral yang masih mengandung BPA.
Menyangkut isu bahaya BPA yang terdapat pada galon guna ulang, Ahmad Syahbana juga mengaku sangat peduli. Apalagi yang rentan menjadi korban adalah bayi, balita dan janin.
Menurutnya, pemerintah perlu waspada karena galon guna ulang yang mengandung BPA bisa mengakibatkan penyakit atau terbawa ke dalam tubuh dalam waktu lama. Ahmad Syhabana menjelaskan, BPA berguna agar plastik menjadi lentur dan kuat itu.
"Namun, kalau terpapar panas dan zat asam atau penggunaan lama, maka zat tersebut akan bermigrasi dan terbawa ke tubuh. Ini berpotensi membahayakan, terlebih ada salah satu produk yang memang kemasan galonnya belum ber-label BPA free. Ini bisa bahaya," kata Ahmad mengingatkan.
Demi keamanan, ia menyarankan adanya pelabelan peringatan konsumen pada galon guna ulang yang diberlakukan BPOM.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




