ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Satgas: Gagal Napas, Penyebab Terbanyak Pasien Covid-19 Meninggal

Jumat, 4 Juni 2021 | 19:30 WIB
HS
JS
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: JAS
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19.
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan gagal napas menjadi penyebab terbanyak pasien Covid-19 meninggal dunia. Hal itu berdasarkan kajian audit mortalitas pada periode Mei-September 2020 menggunakan sampel pasien dari DKI Jakarta dan Jawa Timur.

"Memang penyebab langsung adalah karena gagal napas. Baik itu sindrom napas akut mendadak, penyebab tidak langsung pneumonia, disebut juga gagal jantung dan sepsis," kata Anggota Subbidang Optimalisasi Fasilitas Kesehatan, Bidang Penanganan Kesehatan, Satgas Covid-19, Lusi Syamsi, dalam diskusi BNPB virtual pada Jumat (4/6/2021).

Menurutnya, audit dilakukan dengan mengambil sampel karakteristik pasien, penyebab dasar pasien meninggal, serta berdasarkan sertifikat rekam medis. Jadi ada komponen dan diambil penyebab tidak langsung dan penyebab langsung pasien meninggal.

Guna membedakan karakteristik tersebut, dilihat berdasarkan saturasi. Jika saturasi oksigen menunjukkan angka 93 ke bawah, maka tergolong berat dan jika 93 ke atas adalah ringan hingga sedang. Selanjutnya, untuk frekuensi napas lebih dari 30 dianggap berat. Sementara di bawah 30 berarti sedang atau ringan.

ADVERTISEMENT

"Dari hasil pemeriksaan, rata-rata saturasi oksigen di bawah 93%, karena kriteria derajat sedang dan berat. Rata-rata di DKI pasien di atas 93 atau lebih dari 93%. Di Jatim di seluruh RS rujukan dan non-rujukan di bawah 93%," urai dia.

Sementara itu, dari frekuensi nafas, kelompok antara 21-30 di bawah itu dan di atas itu. Dia mengatakan, mereka datang ke IGD dengan frekuensi nafas 20-21/menit.

"Dari segi kesadaran masih sadar penuh, menerangkan gejala. Kemudian kontak cukup bagus. Kemudian dari instalasi pasien datang memang IGD. Dituju Pasien adalah IGD. Pasien meninggal, di ICU dan isolasi Covid-19," ucapnya.

Adapun profil pasien, untuk DKI Jakarta usia lebih dari 60 tahun. Sedangkan di Jawa Timur antara 46-59 tahun. Berdasarkan hasil audit mortalitas tersebut, pasien tiba di RS sudah bergejala.

"Pasien datang ke IGD tanpa rujukan karena sadar gejala Covid-19. Dokter memeriksa PCR, dan rata-rata lebih dari 80% positif Covid-19," imbuhnya. Lusi juga mengungkapkan kebanyakan pasien yang meninggal akibat Covid-19 adalah laki-laki.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon